Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masalah ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas individu di masa depan. Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pencegahan stunting melalui pemanfaatan ubi jalar ungu sebagai kudapan untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan edukasi tentang stunting, pelatihan pembuatan MPASI berbasis ubi ungu, serta pretest dan posttest untuk menilai efektivitas program. Seluruh peserta (100%) mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait stunting dengan rerata skor pengetahuan meningkat sebesar 50,3%, dari 5,95 menjadi 8,96. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah ubi ungu sebagai MPASI juga meningkat berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, termasuk kemampuan dalam pencarian informasi terkait gizi dan resep MPASI. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa edukasi dan pelatihan berbasis bahan pangan lokal, seperti ubi ungu, efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Program serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi guna mendukung akselerasi penurunan angka stunting secara nasional.