Putu Nita Cahyawati
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Kombinasi Aerobik dan Latihan Fisik pada Kader Posbindu Banjar Taman Sari, Desa Sanur Asri Lestarini; Tanjung Subrata; Ni Putu Diah Witari; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.141-148

Abstract

Angka kejadian diabetes melitus (DM) di Bali diprediksi terus meningkat seiring dengan perubahan pola hidup dan kebiasaan makan masyarakat, termasuk di Kota Denpasar. Desa Sanur merupakan salah satu kawasan pariwisata di Bali yang telah mengalami perubahan pada pola hidup masyarakatnya, sehingga berisiko untuk meningkatkan penyakit degeneratif. Diabetes melitus sebagai salah satu penyakit degeneratif yang jumlah penderitanya cukup tinggi dan dapat berakhir pada komplikasi. Kegiatan Pelatihan Kombinasi Aerobik dan Latian Fisik pada Kader Posbindu Banjar Taman Sari, Desa Sanur bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu lansia melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah bagi pasien diabetes melitus sehingga dapat mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya melalui penyuluhan, pelatihan tentang diet, exercise dan pengendalian kadar gula darah khusus bagi penderita diabetes melitus. Strategi yang diterapkan meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan terkait pengaturan pola makan, olahraga, dan pemantauan kadar gula darah. Program ini dirancang agar para peserta, terutama penderita diabetes, dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mandiri. Hasil yang diperoleh berupa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diet, latihan fisik dan monitoring kadar gula darah. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra dari rerata 62,00 menjadi 85,00. Diharapkan kegiatan yang berkelanjutan nantinya sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Dengan temuan ini, disarankan agar layanan kesehatan bagi penderita diabetes memasukkan program latihan kombinasi sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes melitus.
Pengabdian Masyarakat di Pura Penataran Agung Margo Wening, Sidoarjo Putu Nita Cahyawati; Asri Lestarini; Ni Wayan Armerinayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.66-70

Abstract

Pura Penataran Agung Margo Wening merupakan pura pertama di Kabupaten Sidorjo yang diresmikan pada tahun 1991. Pura ini berada di Desa Balonggarut Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Pendirian pura ini bertujuan sebagai tempat beribadah umat Hindu di Desa Balonggarut dan daerah sekitarnya. Dalam proses pembangunannya, terdapat beberapa hambatan mulai dari keterbatasan dana hingga situasi politik Indosesia saat itu. Proses Pembangunan pura ini sempat terhenti beberapa kali, namun dilanjutkan kembali pada tahun 1990. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan khususnya perilaku hidup bersih kepada pengelola dan warga setempat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa metode yaitu koordinasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan hadiri oleh tim pengabdian disertai dengan kelian Pura, Perhimpunan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo yang diwakilkan oleh sekretaris PHDI, serta pengelola pura. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan disambut baik dengan seluh pihak yang terlibat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak satu kali, demikian pula dengan pemberian bantuan hibah. Ditemukan bahwa 80% mitra mampu menjawab pertanyaan lisan dengan tepat. Hal ini melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 70%. Mitra berharap agar kegiatan ini terlaksana secara rutin sehingga upaya pengembangan pura menjadi lebih optimal.