Angka kejadian diabetes melitus (DM) di Bali diprediksi terus meningkat seiring dengan perubahan pola hidup dan kebiasaan makan masyarakat, termasuk di Kota Denpasar. Desa Sanur merupakan salah satu kawasan pariwisata di Bali yang telah mengalami perubahan pada pola hidup masyarakatnya, sehingga berisiko untuk meningkatkan penyakit degeneratif. Diabetes melitus sebagai salah satu penyakit degeneratif yang jumlah penderitanya cukup tinggi dan dapat berakhir pada komplikasi. Kegiatan Pelatihan Kombinasi Aerobik dan Latian Fisik pada Kader Posbindu Banjar Taman Sari, Desa Sanur bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu lansia melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah bagi pasien diabetes melitus sehingga dapat mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya melalui penyuluhan, pelatihan tentang diet, exercise dan pengendalian kadar gula darah khusus bagi penderita diabetes melitus. Strategi yang diterapkan meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan terkait pengaturan pola makan, olahraga, dan pemantauan kadar gula darah. Program ini dirancang agar para peserta, terutama penderita diabetes, dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mandiri. Hasil yang diperoleh berupa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diet, latihan fisik dan monitoring kadar gula darah. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra dari rerata 62,00 menjadi 85,00. Diharapkan kegiatan yang berkelanjutan nantinya sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Dengan temuan ini, disarankan agar layanan kesehatan bagi penderita diabetes memasukkan program latihan kombinasi sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes melitus.
Copyrights © 2025