Putu Nita Cahyawati
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penanganan Awal Terhadap Cedera Bagi Pelatih dan Official Cabang Olahraga Tarung Derajat KONI Kabupaten Badung Asri Lestarini; Tanjung Subrata; Ni Wayan Rusni; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.205-210

Abstract

Kompetisi olahraga memiliki risiko cedera, mulai dari ringan, berat, hingga berakibat fatal. Cedera yang paling sering terjadi adalah cedera muskuloskeletal yang dapat mengakibatkan kelumpuhan, cedera kronis, bahkan kematian. Salah satu cabang olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera muskuloskeletal adalah Tarung Derajat. Tarung Derajat merupakan olahraga tradisional di Indonesia yang memiliki intensitas latihan rata-rata tiga kali seminggu dengan durasi 2 jam setiap sesi, dan intensitas ini akan meningkat dalam persiapan kejuaraan, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Untuk mencegah terjadinya cedera tersebut, diperlukan pelatihan bagi pelatih dan official olahraga Tarung Derajat, karena merekalah yang akan mendampingi atlet selama pertandingan, sehingga kecepatan dan ketepatan mereka dalam memberikan bantuan saat cedera akan sangat memengaruhi proses penanganan cedera. Pelatihan yang diberikan berupa pertolongan pertama dan imobilisasi cedera muskuloskeletal serta teknik evakuasi korban, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelatih dan official dalam memberikan pertolongan pertama pada cedera muskuloskeletal. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanganan pasien cedera muskuloskeletal dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan kepada 7 peserta untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam penanganan secara mandiri. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sekitar 30 persen; nilai rata-rata pretest sebesar 57,14 dan rata-rata posttest sebesar 87,15. Observasi yang dilakukan juga memperlihatkan peningkatan keterampilan peserta. Pelatihan bagi official dan pelatih Tarung Derajat perlu dilakukan lebih intensif agar dapat diaplikasikan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para atlet.
Edukasi dan Pelatihan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di SMA Negeri 1 Kediri Putu Nita Cahyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Gde Candra Yogiswara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.255-259

Abstract

Pendidikan merupakan kunci untuk kebangkitan sebuah bangsa. Kualitas sumber daya manusia sangat krusial dalam mencapai pendidikan berkualitas. Demi mencapai tujuan tersebut, program pengabdian ini menargetkan mitra dalam bidang pendidikan yaitu SMA Negeri 1 Kediri, Tabanan. SMA Negeri 1 Kediri Tabanan salah satu institusi pendidikan di Kabupaten Tabanan Bali. Kegaitan pengabdian bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan khususnya dalam penanganan masalah kesehatan ringan di sekolah. Metode atau kerangka kerja program pengabdian ini meliput beberapa tahapan kerja yaitu sosialisasi, perlaksanaan program, dan evaluasi. Edukasi dilaksanakan dengan memanfaatkan media laptop, powerpoint, famflet dan alat peraga. Mahasiswa Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa juga dilibatkan selama pelaksanaan kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rerata nilai posttest siswa mencapai 80,32 poin dibandingkan dengan rerata pretest siswa yang hanya 51,94 poin. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung The 2030 Agenda for Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu kegiatan edukasi dan pelatihan telah mampu meningkatkan pengetahun siswa terhadap materi yang diajarkan. Pelaksanan kegiatan berlangung dengan baik karena seluruh inikator kerja yang ditetapkan telah terpenuhi. Ketiga indikator tersebut antara lain: peningkatan pengetahuan siswa, pelaksaan program lancar, dan pemberian bantuan alat kesehatan.