Saktivi Harkitasari
Bagian Neurologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Senam Otak dan Toga Untuk Pencegahan Demensia Alzheimer Pada Lansia di Desa Celuk Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.17-25

Abstract

Proses penuaan adalah fenomena alami yang tak terhindarkan, yang berdampak signifikan pada fungsi fisik dan mental individu. Di Indonesia, peningkatan jumlah lansia membawa tantangan tersendiri, terutama terkait dengan masalah kesehatan seperti Demensia Alzheimer. Demensia merupakan gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan risiko kesehatan yang semakin meningkat. Menurut proyeksi, jumlah kasus demensia di Indonesia akan meningkat menjadi 4 juta pada tahun 2050. Fenomena ini menunjukkan perlunya intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Beberapa permasalahan yang sering ditemukan di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, adalah rendahnya pengetahuan lanjut usia tentang Demensia Alzheimer dan kurangnya edukasi mengenai pencegahannya. Selain itu, meskipun ada banyak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dapat dimanfaatkan, pemanfaatannya dalam pencegahan demensia masih minim. Solusi yang ditawarkan adalah pemberian edukasi tentang Demensia Alzheimer serta pengenalan dan pelatihan senam otak, yang telah terbukti efektif dalam menjaga dan meningkatkan kognitif. Program pelatihan juga mencakup cara memanfaatkan TOGA sebagai sumber nutrisi tambahan. Pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan penyuluhan dan sesi praktik langsung bersama mitra. Program ini melibatkan mitra antara lain kader lansia dan lansia, di mana 100% mitra berpartisipasi aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta lebih dari 50% berdasarkan hasil pretest dan postest setelah pemberian edukasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, didapatkan keterampilan mitra dalam melakukan senam otak dan pengolahan TOGA juga meningkat. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mencegah Demensia Alzheimer, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Upaya lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa mendatang.
Pemberdayaan Petani melalui Edukasi K3 Organofosfat dan Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Alam di Desa Gumbrih Komang Trisna Sumadewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba; Ni Made Gita Kusuma Dewi; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.171-178

Abstract

Organofosfat adalah jenis pestisida yang menghambat hidrolase serin, terutama asetilkolin esterase (AChE), yang menyebabkan efek toksik pada sistem saraf. Penggunaannya yang luas dalam pengendalian hama pertanian menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi toksisitas pada petani. Organofosfat mengganggu fungsi normal saraf dengan mengakumulasi asetilkolin, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi yang dihadapi petani di Banjar Tunjung, Kecamatan Pekutatan, melalui pendekatan berbasis komunitas. Masalah utama yang diidentifikasi adalah tingginya paparan organofosfat yang berdampak negatif terhadap kesehatan petani, serta kondisi ekonomi yang rendah, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Solusi yang diajukan meliputi penyuluhan tentang deteksi dini keracunan organofosfat dan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, diberikan juga pelatihan pembuatan sabun berbahan alam untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, termasuk penyuluhan, pelatihan, dan simulasi, yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak terkait. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan petani mengenai organofosfat lebih dari 40%, berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Semua mitra (100%) hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Selain itu, keterampilan petani dalam pembuatan sabun juga meningkat, di mana mereka telah berhasil mengurangi paparan organofosfat dengan menggunakan APD dan memproduksi sabun secara mandiri, yang memberikan dampak ekonomi positif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan.