Ni Putu Diah Witari
Bagian Anatomi-Histologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Keluarga Balita Stunting di Posyandu Banjar Nyawah, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.149-154

Abstract

Stunting remains one of the major public health challenges in Indonesia, with long-term impacts on human resource quality. In Banjar Nyawah, five families were identified with toddlers who are either stunted or at risk of stunting. This condition is driven by inadequate nutritional intake far below the Recommended Dietary Allowance (RDA), limited knowledge and skills of mothers in preparing healthy meals, and the families’ low economic status. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve child nutritional status and empower family economies through two main strategies: (1) provision of high-protein nutrition packages, along with education and training on preparing healthy meals using local ingredients; and (2) training on producing packaged loloh kunyit (a traditional turmeric-based herbal drink) as a family income-generating product. The program was implemented in stages through socialization, education, training, distribution of nutrition packages, and evaluation. The educational component focused on the "My Plate" concept, balanced nutritional parenting practices, and hands-on preparation of nutritious toddler meals. Evaluation was conducted by comparing pretest and posttest results, which showed an improvement in participants’ knowledge and skills after the program. The results indicate that educational and productive approaches can have a positive impact on improving children's nutritional status and enhancing family economic potential.
Pendampingan Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; A.A.Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; A A Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.194-199

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Remaja Peduli Payudara: Sadari Berjalan di Banjar Tengah, Blahbatuh Ni Putu Diah Witari; Ni Luh Putu Putri Setianingsih; Luh Gde Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Komang Trisna Sumadewi; A A Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.211-215

Abstract

Program Deteksi Dini Kanker Payudara berbasis remaja (SADARI) yang diterapkan di Posyandu Remaja Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, berhasil meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik pada 10 kader remaja secara signifikan. Pendekatan partisipatif berbasis komunitas (Community-Based Participatory Research) diintegrasikan melalui edukasi interaktif, simulasi menggunakan model tiruan, dan pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang kanker payudara dari 55% menjadi 95%. Pemantauan jangka panjang selama 12 bulan mengungkapkan bahwa 85% peserta menerapkan SADARI secara rutin dan 80% mampu mengidentifikasi tanda abnormal payudara. Intervensi yang melibatkan kader remaja sebagai agen perubahan tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan komunitas dan berpotensi mempercepat deteksi dini kanker payudara pada populasi remaja perempuan. Studi ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas yang dimotori oleh pemuda adalah strategi yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga Ni Made Gita Kusuma Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Agung Istri Mahaswari; Ni Putu Ayu Dian Maharani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.43-49

Abstract

Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif, terutama pada masa golden age balita, yaitu periode emas pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Pada fase ini, kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran dan mudah diterapkan oleh keluarga. Kegiatan “Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga” diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi spesifik pada masa pertumbuhan awal kehidupan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan praktik langsung memasak menu bergizi seimbang. Peserta dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan zat gizi esensial bagi balita, seperti protein hewani, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal yang mudah diakses menjadi hidangan sehat, menarik, dan sesuai dengan selera balita, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap konsumsi makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan keterlibatan ibu dan ayah balita dalam kegiatan pemenuhan gizi anak. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi peserta dari 65% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan, serta peningkatan keterampilan pengolahan makanan bergizi dari 70% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya variasi menu sehat dan potensi pengembangan keterampilan memasak sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini membuktikan bahwa edukasi gizi yang aplikatif dan kontekstual tidak hanya efektif dalam membangun generasi sehat sejak dini, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga.  
PKM pada Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.31-36

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.