p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dar El-Falah
Mahmud
Uluwiyah Islamic Institute of Mojokerto, Mojokerto, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GENAI) TERHADAP KETERAMPILAN CRITICAL THINKING MAHASISWA DI INDONESIA: SUATU TINJAUAN LITERATUR Mahmud; Mohammad Thoriq Aqil Fauzi; Deddy Ahmad Fajar; Sephia Puji Ning Atik; Divanda Jingga Novara
Dar El-Falah Vol 4 No 1 (2025): VOL 4 NO 1 (2025) : JANUARI
Publisher : Dar El-Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan Generative Artificial Intelligence (GenAI) seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot telah mengubah lanskap pembelajaran di pendidikan tinggi, termasuk di Indonesia. Pemanfaatan teknologi ini oleh mahasiswa berkembang pesat, namun memunculkan perdebatan akademik mengenai implikasinya terhadap keterampilan berpikir kritis (critical thinking). Tulisan ini bertujuan untuk mensintesis secara kritis temuan-temuan riset internasional mengenai dampak penggunaan GenAI terhadap critical thinking mahasiswa, dengan fokus pada konteks pendidikan tinggi Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah literature review terhadap artikel jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dan diterbitkan pada periode 2019–2025. Analisis tematik menunjukkan bahwa GenAI memiliki karakter ambivalen: penggunaan yang bersifat substitutif cenderung melemahkan proses analisis dan refleksi, sementara integrasi yang bersifat reflektif dan pedagogis berpotensi memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kajian ini juga mengajukan suatu model teoretis integratif yang menempatkan GenAI sebagai mitra kognitif dalam pembelajaran, dengan menekankan desain pedagogis reflektif, literasi AI, dan budaya akademik yang etis. Temuan kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia, serta mendukung agenda inovasi dan reformasi pendidikan
Integrasi AI dalam Kurikulum Sekolah Menengah Berbasis Pembelajaran Abad 21 Mahmud; Mohammad Thoriq Aqil Fauzi; Sudiah Hestianah; Dwi Maulid Anisiyah; Reza Mentari Rahmadani
Dar El-Falah Vol 4 No 1 (2025): VOL 4 NO 1 (2025) : JANUARI
Publisher : Dar El-Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi salah satu agenda strategis global dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Pada jenjang sekolah menengah, AI berpotensi mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur ilmiah terkait integrasi AI dalam kurikulum sekolah menengah berbasis pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, terhadap artikel jurnal terindeks Scopus yang dipublikasikan pada rentang 2018–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam kurikulum sekolah menengah mencakup: (1) AI sebagai konten kurikulum (AI literacy dan computational thinking), (2) AI sebagai alat pedagogis (personalized learning, intelligent tutoring systems, dan learning analytics), serta (3) AI sebagai instrumen asesmen adaptif. Tantangan utama meliputi kesiapan guru, kesenjangan infrastruktur digital, serta isu etika dan privasi data. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual integrasi AI yang relevan dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21 dan konteks sekolah menengah.
Membangun Budaya Kerja yang Inklusif dan Ramah Perempuan di Era Industri 4.0 Mahmud; Dian Mafulla; Sudiah Hestianah; Mohammad Thoriq Aqil Fauzi; Wardatus Sholikhah
Dar El-Falah Vol 4 No 1 (2025): VOL 4 NO 1 (2025) : JANUARI
Publisher : Dar El-Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Industri 4.0 membawa perubahan besar pada dunia kerja, termasuk kebutuhan akan budaya kerja yang inklusif dan ramah perempuan. Budaya kerja ini penting untuk meningkatkan keadilan dan kesetaraan gender, meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadapi tantangan era Industri 4.0. Membangun budaya kerja inklusif dan ramah perempuan tidak mudah, karena ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti: stereotip dan bias gender, kurangnya dukungan dan kesempatan, pelecehan dan kekerasan di tempat kerja, ketidaksetaraan dalam akses teknologi, kurangnya kesadaran dan komitmen. Namun, dengan strategi yang tepat, organisasi dapat menciptakan budaya kerja yang inklusif dan ramah perempuan, seperti: memperkuat kepemimpinan dan komitmen, mendorong kesetaraan dan keadilan, meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan kerja-kehidupan, meningkatkan kesadaran dan pendidikan, memantau dan mengevaluasi kemajuan. Dengan membangun budaya kerja yang inklusif dan ramah perempuan, organisasi dapat menarik dan mempertahankan talenta terbaik, meningkatkan produktivitas dan profitabilitas, dan berkontribusi pada masyarakat yang lebih adil dan sejahtera