Muhammad Hasan Basri
Universitas Islam Negeri Mataram. Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menemukan Keseimbangan Antara Teori Dan Praktik Dalam Desain Pembelajaran Yang Efektif Muhammad Hasan Basri; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.63

Abstract

Pembelajaran matematika yang efektif menuntut keseimbangan antara teori dan praktik guna menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan konstruktivisme dan model kelas terbalik (flipped classroom) dapat diintegrasikan dalam desain pembelajaran matematika yang efektif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari artikel jurnal nasional dan internasional, serta buku ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan topik integrasi teori dan praktik dalam desain instruksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konstruktivisme memberikan landasan konseptual bagi pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui aktivitas reflektif dan kolaboratif. Sementara itu, pendekatan flipped classroom menawarkan kerangka praktis dengan memindahkan proses pemberian materi ke luar kelas dan memanfaatkan waktu tatap muka untuk kegiatan yang lebih eksploratif dan aplikatif. Integrasi keduanya mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam memahami konsep matematika serta membangun makna secara mandiri. Temuan ini juga menekankan pentingnya desain pembelajaran adaptif dan berbasis teori untuk mendukung pengambilan keputusan instruksional yang efektif oleh guru. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas wawasan teoritis dan praktis mengenai desain pembelajaran yang seimbang dan kontekstual, serta menjadi referensi bagi pengembangan model pembelajaran pasca-pandemi yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik