Syukri
Universitas Islam Negeri Mataram. Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Teori Cognitive Load Dalam DesainPembelajaran Berbasis Multimedia Hamdi; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.58

Abstract

Penggunaan multimedia dalam pembelajaran modern memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga dapat menimbulkan kelebihan beban kognitif jika tidak dirancang dengan baik. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Teori Cognitive Load (CLT) dalam desain pembelajaran berbasis multimedia untuk meminimalkan extraneous load dan memaksimalkan germane load. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis digunakan dalam penelitian ini, melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen dengan pendidik, pengembang konten, dan siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendidik telah menerapkan beberapa prinsip CLT, seperti segmentasi dan signaling, namun masih terdapat elemen redundansi dan ketidakefisienan dalam desain multimedia. Siswa merespons positif penggunaan multimedia berbasis CLT, dengan peningkatan motivasi, pemahaman konsep, dan retensi informasi. Tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya pelatihan pendidik, dan kompleksitas dalam pembuatan konten multimedia berbasis CLT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan CLT dalam desain multimedia dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, meskipun diperlukan langkah-langkah seperti pelatihan khusus bagi pendidik dan penyediaan alat pendukung untuk mengatasi kendala implementasi. Dengan penerapan yang tepat, pembelajaran berbasis multimedia berbasis CLT dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.
Membangun Landasan Teori Integrasi Ontologi dan Epistemologi dalam Desain Pembelajaran PAI Ali Imron; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.59

Abstract

Artikel ini mengkaji pendekatan sistem dan model desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang krusial bagi guru dalam menciptakan lingkungan belajar inovatif di era globalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini menganalisis penerapan integrasi teknologi, pedagogi, dan konten dalam kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge untuk meningkatkan literasi informasi siswa. Analisis tersebut menyoroti tuntutan bagi guru PAI untuk merancang dan mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara efektif, selaras dengan kurikulum dan kebutuhan siswa di era digital.  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut transformasi signifikan dalam proses pembelajaran, termasuk pembelajaran PAI. Guru PAI perlu mengadopsi pendekatan dan model pembelajaran yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Penguasaan TPACK menjadi penting bagi guru PAI agar dapat mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam proses pembelajaran. TPACK merupakan kerangka kerja yang mengintegrasikan pengetahuan tentang teknologi, pedagogi, dan konten untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan bermakna. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI perlu mengembangkan kompetensi dalam memilih dan memanfaatkan teknologi yang tepat, merancang strategi pembelajaran yang interaktif dan berbasis teknologi, serta mengintegrasikan konten PAI dengan sumber belajar digital yang relevan. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI diharapkan dapat meningkatkan literasi informasi siswa, memfasilitasi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, serta memperluas akses siswa terhadap sumber belajar yang beragam. Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan berkomunikasi secara efektif.
PENDEKATAN INOVATIF DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEORI PEMBELAJARAN: INTEGRASI KONSEP DAN PRAKTIK Imam Kurniawan; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.60

Abstract

Perkembangan teknologi dan perubahan sosial telah mendorong transformasi pendidikan yang menuntut inovasi dalam pendekatan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa yang semakin beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan pembelajaran inovatif, merancang model pembelajaran berpusat pada siswa, menguji keefektifannya, serta merumuskan strategi implementasi berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode utama, analisis data dilakukan melalui proses coding, categorizing, dan interpreting untuk mengidentifikasi pola dari berbagai sumber pustaka. Hasil penelitian mengidentifikasi lima pendekatan inovatif utama: Project Based Learning, Daring Method, Luring Method, Integrated Curriculum, dan Blended Learning. Pendekatan-pendekatan tersebut dirancang menjadi model pembelajaran interaktif yang sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa. Uji coba menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu peningkatan minat siswa sebesar 85%, kreativitas sebesar 78%, dan partisipasi aktif sebesar 60%. Sebagai upaya implementasi yang berkelanjutan, penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru secara berkala, penyediaan infrastruktur teknologi, dan evaluasi rutin untuk meningkatkan efektivitas model pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Selain itu, penelitian ini juga menjadi acuan strategis dalam pengembangan inovasi pendidikan yang responsif terhadap dinamika teknologi dan sosial di masa depan.
STRATEGI DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA Abdurrahman; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi desain pembelajaran berbasis gamifikasi yang dapat meningkatkan motivasi siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian teori (literature review) dengan menganalisis berbagai teori dan penelitian terdahulu mengenai gamifikasi pendidikan dan motivasi belajar. Data sekunder yang digunakan berupa artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan, yang dikumpulkan dan dianalisis untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam gamifikasi, seperti mekanika permainan, dinamika permainan, dan estetika permainan. Penelitian ini juga menghubungkan elemen gamifikasi dengan teori motivasi, seperti Self-Determination Theory (SDT) dan ARCS Motivation Model, untuk memahami bagaimana gamifikasi dapat mempengaruhi motivasi siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa gamifikasi dapat meningkatkan motivasi siswa dengan cara menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Elemen-elemen seperti poin, level, tantangan, penghargaan, dan umpan balik berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi signifikan dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik dan memotivasi siswa. Pembelajaran berbasis gamifikasi tidak hanya membuat siswa belajar dengan cara yang menyenangkan tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai penerapan gamifikasi dalam pendidikan, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Dengan demikian, penerapan gamifikasi dapat menjadi solusi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan berdampak pada motivasi siswa.
Menemukan Keseimbangan Antara Teori Dan Praktik Dalam Desain Pembelajaran Yang Efektif Muhammad Hasan Basri; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.63

Abstract

Pembelajaran matematika yang efektif menuntut keseimbangan antara teori dan praktik guna menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan konstruktivisme dan model kelas terbalik (flipped classroom) dapat diintegrasikan dalam desain pembelajaran matematika yang efektif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari artikel jurnal nasional dan internasional, serta buku ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan topik integrasi teori dan praktik dalam desain instruksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konstruktivisme memberikan landasan konseptual bagi pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui aktivitas reflektif dan kolaboratif. Sementara itu, pendekatan flipped classroom menawarkan kerangka praktis dengan memindahkan proses pemberian materi ke luar kelas dan memanfaatkan waktu tatap muka untuk kegiatan yang lebih eksploratif dan aplikatif. Integrasi keduanya mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam memahami konsep matematika serta membangun makna secara mandiri. Temuan ini juga menekankan pentingnya desain pembelajaran adaptif dan berbasis teori untuk mendukung pengambilan keputusan instruksional yang efektif oleh guru. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas wawasan teoritis dan praktis mengenai desain pembelajaran yang seimbang dan kontekstual, serta menjadi referensi bagi pengembangan model pembelajaran pasca-pandemi yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik