This Author published in this journals
All Journal Jurihum
Perasiska
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengasuhan Anak dalam Keluarga Islam Perasiska; Fariyanti Qoirika; Ria Amalia; Prescika Aprilia Diota; Asiyah
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan dalam keluarga Muslim merupakan fondasi utama pembentukan karakter, spiritualitas, dan identitas sosial anak. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi dan budaya menghadirkan tantangan baru dalam praktik pengasuhan masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengasuhan dalam keluarga Islam melalui pendekatan studi pustaka. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, dan publikasi ilmiah yang membahas pendidikan Islam, psikologi perkembangan, sosiologi keluarga, serta dinamika pengasuhan modern.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam faktor utama yang menentukan kualitas pengasuhan, yaitu pemahaman keagamaan orang tua, kondisi ekonomi keluarga, pola komunikasi, kondisi psikologis orang tua dan anak, pengaruh lingkungan sosial dan budaya, serta perkembangan teknologi digital. Pemahaman agama berperan sebagai landasan moral dan spiritual yang mengarahkan seluruh praktik pengasuhan, sedangkan kondisi ekonomi memengaruhi stabilitas emosional dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak. Pola komunikasi menjadi sarana internalisasi nilai, sementara faktor psikologis menentukan keselarasan interaksi dalam keluarga. Lingkungan sosial membentuk karakter anak melalui proses sosialisasi sekunder, dan teknologi digital menuntut penerapan literasi digital bernilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan dalam keluarga Muslim bersifat multidimensional dan harus adaptif terhadap konteks modern tanpa kehilangan prinsip dasar keislaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi peneliti, pendidik, dan keluarga dalam mengembangkan pola pengasuhan Islami yang relevan di era kontemporer.