Ria Amalia
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN EKSTERIOR KAMPUNG DARLING (SADAR LINGKUNGAN) DARI PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK DENGAN MEMANFAATKAN BOTOL BEKAS (ECOBRICK) DALAM KEGIATAN KKN MBKM DI RT 11 KELURAHAN SURABAYA KOTA BENGKULU Nurul Fauziah; Asiyah; Sheny Nur Umairoh; Siti Huril'in; Fariza Darmanasri; Shinta Lapi Sari; Ria Amalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i4.7173

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini mengambil lokasi strategis di tengah komunitas warga RT 11, Kelurahan Surabaya, Kota Bengkulu. Kelurahan ini memiliki karakteristik geografis yang unik karena kedekatannya dengan aliran sungai, sebuah fitur yang sayangnya juga menjadikannya rentan terhadap permasalahan lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah. Di antara berbagai faktor yang berkontribusi terhadap degradasi ekosistem di wilayah ini, sampah plastik menonjol sebagai isu krusial. Penggunaan material plastik yang pervasif dalam berbagai aspek kehidupan modern telah menyebabkan timbulan sampah plastik yang terus meningkat dari tahun ke tahun, menciptakan tantangan yang kompleks dan berkelanjutan dalam upaya pelestarian lingkungan. Menyadari urgensi permasalahan ini, tim KKN MBKM berinisiatif untuk mengimplementasikan solusi yang sederhana namun berpotensi memberikan dampak signifikan: ecobrick. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah untuk menghilangkan sampah plastik secara instan, melainkan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengubah perspektif terhadap limbah plastik. Melalui metode ecobrick, sampah plastik yang dulunya dianggap sebagai masalah diubah menjadi sumber daya yang berharga. Proses pembuatan ecobrick memungkinkan pendaurulangan sampah plastik secara kreatif, mengolahnya menjadi material konstruksi yang memiliki nilai guna praktis dan bahkan potensi nilai jual. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga pada upaya peningkatan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inovasi sederhana.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengasuhan Anak dalam Keluarga Islam Perasiska; Fariyanti Qoirika; Ria Amalia; Prescika Aprilia Diota; Asiyah
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan dalam keluarga Muslim merupakan fondasi utama pembentukan karakter, spiritualitas, dan identitas sosial anak. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi dan budaya menghadirkan tantangan baru dalam praktik pengasuhan masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengasuhan dalam keluarga Islam melalui pendekatan studi pustaka. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, dan publikasi ilmiah yang membahas pendidikan Islam, psikologi perkembangan, sosiologi keluarga, serta dinamika pengasuhan modern.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam faktor utama yang menentukan kualitas pengasuhan, yaitu pemahaman keagamaan orang tua, kondisi ekonomi keluarga, pola komunikasi, kondisi psikologis orang tua dan anak, pengaruh lingkungan sosial dan budaya, serta perkembangan teknologi digital. Pemahaman agama berperan sebagai landasan moral dan spiritual yang mengarahkan seluruh praktik pengasuhan, sedangkan kondisi ekonomi memengaruhi stabilitas emosional dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak. Pola komunikasi menjadi sarana internalisasi nilai, sementara faktor psikologis menentukan keselarasan interaksi dalam keluarga. Lingkungan sosial membentuk karakter anak melalui proses sosialisasi sekunder, dan teknologi digital menuntut penerapan literasi digital bernilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan dalam keluarga Muslim bersifat multidimensional dan harus adaptif terhadap konteks modern tanpa kehilangan prinsip dasar keislaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi peneliti, pendidik, dan keluarga dalam mengembangkan pola pengasuhan Islami yang relevan di era kontemporer.