Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Integrasi e-learning menjadi alternatif strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan mendorong tumbuhnya kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah jurnal nasional, jurnal internasional, buku ilmiah, prosiding, serta laporan penelitian dalam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami hubungan antara e-learning, strategi pembelajaran PAI, dan perkembangan kemandirian belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa e-learning mampu meningkatkan aksesibilitas materi, memperkaya media pembelajaran, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengatur sendiri proses belajar mereka. Integrasi platform digital seperti LMS, video pembelajaran, infografis, dan forum diskusi berperan penting dalam meningkatkan motivasi, regulasi diri, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Kemandirian belajar semakin kuat ketika siswa memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi materi agama secara mandiri, merefleksikan nilai-nilai religius, dan mengembangkan kebiasaan belajar yang disiplin. Namun, keberhasilan pembelajaran berbasis e-learning dipengaruhi oleh kesiapan guru, kompetensi digital, sarana teknologi, dan literasi digital siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa e-learning merupakan pendekatan yang relevan dan adaptif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di era digital.