Deko Rio Putra
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KONSEP DASAR PROFESI GURU PAI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Deko Rio Putra; Bety Nurfadilah; Suris Marshanda; Alpin Sauri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9385

Abstract

The teaching profession is one of the fields of work that demands specific expertise, advanced education, and professional conduct to shape a high-quality younger generation. This paper elucidates the concepts of the teaching profession and teacher professionalism, with a focus on the context of Islamic Religious Education (PAI), including the required competency standards and the legal foundations governing it in Indonesia. Through an analysis of Law No. 14 of 2005 on Teachers and Lecturers, the competencies of PAI teachers are summarized into four main categories: pedagogical, personality, social, and professional. This legal framework provides legitimate recognition and protection for educators, although challenges persist, such as inequalities in welfare for non-permanent teachers. This discussion highlights the urgency of strengthening professionalism to realize the mandate of the 1945 Constitution regarding the enlightenment of national life.
PEMAHAMAN DAN PRAKTIK HAM PADA SISWA SMA NEGERI 8 SELUMA Deko Rio Putra; Mirah Lestari; Klora
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9422

Abstract

This study examines students’ understanding and practice of Human Rights (HR) at SMA Negeri 8 Seluma as part of strengthening civic education in schools. Human Rights education is essential for developing democratic and responsible citizens; however, discrepancies often exist between conceptual knowledge and real-life behavior among adolescents. This research aims to describe students’ level of understanding of fundamental HR principles and analyze how these values are practiced in daily school life. Using a qualitative descriptive method, data were collected from 12 students selected through purposive sampling, supported by interviews with a Civics teacher. Data were gathered through in-depth interviews, observations of student interactions, and documentation of school regulations and HR literacy activities. The results show that students generally understand basic HR concepts such as freedom of expression, the right to protection, equality, and non-discrimination. Nonetheless, inconsistencies remain in practice, indicated by teasing, verbal bullying, and unequal treatment among peers. Positive practices were found in gender equality and religious tolerance, yet challenges persist, including peer influence, immature communication patterns, and limited experiential-based HR education. The study concludes that HR understanding at the cognitive level is relatively good, but its implementation requires strengthening through school culture, modeling, and character-based activities. The findings contribute to the development of contextual HR education strategies in Indonesian secondary schools.
AI DAN KRISIS NILAI: TELAAH PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DALAM ERA TEKNOLOGI CERDAS Intan Puspa Sari; Jeni Karisa Putri; Nadiya Cantika Rahayu; Hengki Satrisno; Deko Rio Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9595

Abstract

This study investigates the moral challenges emerging from the rapid development of Artificial Intelligence (AI) within the context of Islamic Religious Education (PAI). The research is motivated by growing concerns related to declining empathy, reduced social interaction, digital dependence, and the spread of unverified religious information among students. The purpose of this study is to analyze the phenomenon of value degradation influenced by AI, identify potential moral risks, and formulate strategies for strengthening Islamic character education in the digital era. Using a descriptive qualitative approach with library research methods, data were collected from reputable books, journal articles, and academic reports published within the last five years. The data were analyzed through the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation of sources to test validity. The findings show that AI has ambivalent effects: it provides learning efficiency and digital access to Islamic resources, yet simultaneously weakens students’ reflective thinking, independence, spiritual awareness, and moral responsibility. The study also identifies critical risks such as misinformation, diminished self-control, erosion of discipline, and moral disorientation caused by excessive reliance on intelligent technologies. Furthermore, Islamic character education is found to play a strategic role in counterbalancing these risks through the reinforcement of core Islamic values, digital Islamic literacy, teacher role modeling, and ethical integration of AI in learning. The study concludes that strengthening Islamic character education is essential to prevent moral crises and guide students in using AI responsibly and ethically.
Integrasi E-Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Deko Rio Putra; Rio Ahmadi; Melisa Dwi Puspita
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Integrasi e-learning menjadi alternatif strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan mendorong tumbuhnya kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah jurnal nasional, jurnal internasional, buku ilmiah, prosiding, serta laporan penelitian dalam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami hubungan antara e-learning, strategi pembelajaran PAI, dan perkembangan kemandirian belajar siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa e-learning mampu meningkatkan aksesibilitas materi, memperkaya media pembelajaran, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengatur sendiri proses belajar mereka. Integrasi platform digital seperti LMS, video pembelajaran, infografis, dan forum diskusi berperan penting dalam meningkatkan motivasi, regulasi diri, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Kemandirian belajar semakin kuat ketika siswa memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi materi agama secara mandiri, merefleksikan nilai-nilai religius, dan mengembangkan kebiasaan belajar yang disiplin. Namun, keberhasilan pembelajaran berbasis e-learning dipengaruhi oleh kesiapan guru, kompetensi digital, sarana teknologi, dan literasi digital siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa e-learning merupakan pendekatan yang relevan dan adaptif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di era digital.
Pengembagan Kopetensi Keperibadian dan Sosial Deko Rio Putra; Reta Guspani; Ravista Meizen Syahputra
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengetahuan, tren penelitian, serta keterkaitan konseptual mengenai kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru melalui pendekatan bibliometrik dengan dukungan perangkat VOSviewer. Analisis dilakukan terhadap sejumlah publikasi ilmiah yang membahas peran guru dalam konteks pendidikan modern, khususnya pada aspek kepribadian, sosial, dan profesionalisme. Data publikasi dikumpulkan melalui Google Scholar, Scopus, dan Dimensions, lalu dianalisis menggunakan teknik co-occurrence untuk melihat hubungan antar kata kunci secara kuantitatif maupun visual. Hasil visualisasi menunjukkan bahwa istilah “guru” menjadi node terbesar dan paling terhubung, menandakan bahwa tema kompetensi kepribadian dan sosial merupakan inti pembahasan dalam literatur yang dianalisis. Klaster yang terbentuk mencerminkan integrasi antara kepribadian, kompetensi sosial, profesionalitas, dan peran guru dalam pembelajaran. Temuan penelitian mengungkap bahwa integritas pribadi, stabilitas emosional, kemampuan komunikasi, serta kecakapan interpersonal menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Selain tren penelitian yang meningkat sejak tahun 2020, analisis ini juga menemukan adanya kesenjangan kajian, terutama kurangnya penelitian kuantitatif, minimnya model pengembangan kompetensi yang teruji, terbatasnya kajian pada konteks digital, serta absennya studi longitudinal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kepribadian dan sosial sebagai fondasi profesionalisme guru untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang semakin kompleks dan berorientasi pada karakter.
Konsep Iman dan Kufur dalam Menghadapi Perkembangan Zaman Deko Rio Putra; Rara Permata Sari; Selvina Syafa K; Siti Toifatun N; Nurhadiza Dalimunthe
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Kalam merupakan salah satu cabang ilmu dalam Islam yang berfokus pada pembahasan mengenai ketuhanan dan konsep keimanan. Sejak awal perkembangannya, diskursus teologi Islam telah diwarnai oleh berbagai perdebatan  mengenai hakikat iman dan kufur. Perbedaan-Perbedaan sering muncul di antara aliran sehingga muncul perdebatan yang sangat signifikan, yang me-nyebabkan perpecahan. Adapun tujuan penelitian ini di buat untuk mengetahui bagaimana konsep iman dan kufur, serta bagaimana konsep iman yang sesuai dengan ajaran islam, juga mengetahui implikasi nyata dari kekufuran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan sumber data atau referensi-referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman pada dasarnya merupakan sesuatu yang ada dalam hati, di ucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan (amal). Sedangkan kufur adalah oang-orang yang menolak kebenaran dari tuhan. Maka dapat disim-pulkan bahwa iman adalah kepercayaan (hati), pengakuan (lisan), pengamalan (perbuatan), yang mencakup keyakinan dan rukun-rukunnya, sementara kufur adalah penolakkan atau pengingkaran terhadap kebenaran tersebut. Kedua konsep ini merupakan kebalikkan: Iman adalah sikap taat yang menguat dengan kebaikan, sedangkan kufur adalah pembangkangan yang muncul akibat kesom-bongan atau penolakkan.