Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap etika dan perilaku peserta didik di SMP N 25 Kota Bengkulu. Lingkungan sekolah dianalisis melalui tiga dimensi utama, yaitu interaksi guru-siswa, hubungan antar teman sebaya, dan aturan serta norma sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan populasi seluruh siswa SMP N 25 Kota Bengkulu (N = 320) dan sampel 120 siswa yang diambil secara stratified random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari angket persepsi lingkungan sekolah dan skala perilaku etika siswa. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap lingkungan sekolah dengan perilaku etis mereka (r = 0,72; p < 0,01). Dimensi interaksi guru-siswa memiliki kontribusi paling dominan terhadap pembentukan perilaku etis siswa, diikuti oleh hubungan antar teman sebaya dan aturan serta norma sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan sekolah merupakan faktor utama dalam pembentukan karakter dan moral siswa, dengan kemampuan memoderasi pengaruh faktor eksternal seperti keluarga dan masyarakat. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan strategi pendidikan karakter yang efektif di sekolah, termasuk penguatan interaksi guru-siswa, pembentukan iklim inklusif, serta konsistensi penerapan aturan sekolahhanya mencairkan suasana, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional siswa.