Alpeny Julia Saputri
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi dan Praktik Pembelajaran dari Kelas Rendah Hingga Kelas Tinggi dalam Program Asistensi Mengajar di SD Negeri 76 Kota Bengkulu Zia Komala Dewi; Alpeny Julia Saputri; Nadhif Al Abiyyu; Ammar Faruq Annizami; Rahmad Akbar Zam Zami; Lord Tadjoes Dzikrie; Riska Wulandari; Viona Femilia; Melsa Fadnecya
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran pada kelas rendah dan kelas tinggi dalam pelaksanaan program asistensi mengajar di SD Negeri 76 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2018) yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas rendah lebih menekankan pendekatan konkret, multisensori, serta aktivitas motorik dan literasi dasar. Strategi yang paling dominan ialah bernyanyi, bercerita, learning by doing, serta pembelajaran berbasis literasi awal. Sementara itu, kelas tinggi menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti Problem-Based Learning, diskusi kelompok terstruktur, proyek mandiri, dan pemanfaatan media digital. Peran mahasiswa asistensi juga berkontribusi signifikan dalam membantu guru mengelola kelas, menyiapkan media, serta mendampingi siswa. Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran meliputi ketersediaan media digital, kolaborasi guru–mahasiswa, dan kesiapan perangkat pembelajaran. Adapun hambatan mencakup perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan fasilitas teknologi, dan tantangan pengelolaan waktu. Temuan ini menegaskan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran sesuai tahap perkembangan siswa serta sinergi antara guru dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Pojok Baca Islami sebagai Wujud Penguatan Literasi Keagamaan Anak di TPQ Hidayah Baitul Arfa melalui Pendekatan Asset-Based Community Development Alpeny Julia Saputri; Khermarinah; Sherly Marselinda; Anisa Rahmadani; Fitri Rahma Nur Azizah; Khaheru Abdila
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1204

Abstract

Religious literacy is a crucial aspect in character building and strengthening children’s understanding of Islamic values. However, limited literacy facilities at TPQ Hidayah Baitul Arfa have resulted in relatively low reading activities of religious materials outside regular learning sessions. On the other hand, the TPQ has various assets that can be optimized, such as learning spaces, teaching staff, Community support, and Islamic book collections. This Community service program seeks to enhance children’s religious literacy through the establishment of an Islamic Reading Corner using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The implementation method consists of four stages, namely discovery, dream, design, and destiny. The findings indicate that the Islamic Reading Corner was successfully established and actively utilized by students. The number of active readers increased from 15 to 38 students, the frequency of reading corner visits increased from 12 to 41 times per week, and the number of borrowed books increased from 8 to 27 books. In addition, the Societal Impact Index measurement showed a partner satisfaction level of 91.5%, categorized as very good. This program not only enhances children’s reading interest and religious literacy but also strengthens Community participation in supporting asset-Based religious education. Thus, the ABCD approach is proven effective in implementing sustainable literacy programs in TPQ environments.