Pendidikan memiliki peranan yang sangat vital dalam mendukung kemajuan dan pembangunan suatu negara. Di Indonesia, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi bagian integral dari sistem pendidikan nasional. PAI tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan materi keagamaan, melainkan juga berperan strategis dalam membentuk karakter dan moral peserta didik, selaras dengan misi pendidikan nasional yang mengarah pada pengembangan manusia secara utuh—baik secara intelektual, spiritual, maupun sosial. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan agama, PAI menjadi sarana internalisasi nilai-nilai luhur seperti keimanan, ketakwaan, serta penanaman sikap sosial positif seperti toleransi, solidaritas, dan keadilan. Dalam konteks ini, model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dinilai sangat relevan untuk digunakan dalam proses pengajaran PAI. Model ini mampu mengubah suasana belajar yang monoton dan kaku menjadi lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan, serta merangsang keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan TGT, siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat secara aktif dalam diskusi, pertukaran gagasan, dan eksplorasi nilai-nilai Islam dalam situasi yang relevan dengan kehidupan mereka. Implementasi TGT dilakukan melalui pembentukan kelompok-kelompok kecil yang heterogen, di mana masing-masing kelompok terdiri dari siswa dengan latar belakang kemampuan akademik yang beragam. Pendekatan ini mendorong kolaborasi antar siswa dan menciptakan suasana belajar yang inklusif dan membangun.