Jamil Abdul Aziz
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINJAUAN ONTOLOGIS ATAS KAJIAN INTEGRASI ISLAM DAN PSIKOLOGI : (Ontological Review of Integration Studies Islam and Psychology) Jamil Abdul Aziz; Muhammad Safri Jamal
Raqib: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Dinamika Keislaman di Era Kontemporer
Publisher : Ikatan Sarjana Al-Qur'an Indonesia (ISQI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56872/nsqf3238

Abstract

The discourse on the concept of the integration of Psychology with Islam (ontology) in Indonesia from the beginning of its emergence in the 90s until now has never really got a single point of agreement or meaning. The most powerful debate crystallized in two groups, namely: "Islamic Psychology" and "Islamic Psychology". The "Islamic Psychology" group argues that the starting point for the integration of Psychology and Islam is in the Science of Psychology which is then analyzed by Islamic studies. Meanwhile, the "Islamic Psychology" group, on the other hand, started with Islamic studies (the Koran, Hadith, etc.) and then approached the science of psychology. In addition, the scientific position and the formulation of the method (epistemology) of Islamic Psychology itself in the midst of the building of other disciplines is not clear. Not to mention the debate about the actual impact or contribution (axiology) of Islamic psychology itself in practical and theoretical terms. The method used in the author of this article is a literature review or library research.
Motivasi Beragama Menurut Al-Qur'an dan Psikologi dan Implikasinya dalam Pendidikan Jamil Abdul Aziz
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/bjn49k84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa yang mendorong manusia dalam memeluk suatu agama. Lebih spesifik lagi, apa yang mendorong manusia dalam memeluk suatu agama dalam sudut pandang Al-Qur’an dan Psikologi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, yang dimana metode kualitatif ini adalah penelitian yang menggunakan penelitian kualitatif, maka penelitian ini merupakan yang tidak menggadakan perhitungan data secara kualitatif. Disebut kualitatif karena merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi dan juga tindakan-tindakan yang berhubungan dengan adanya penelitian kualitatif tersebut. Dan disebut deskriftif karena penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang sifat-sifat karakter suatu keadaan dalam bentuk bahasa. Teknik pengumpulan data mengunakan studi dokumentasi atu kajian kepustakaan (library research). Secara hemeneutis, kajian kepustakaan ini dilakukan dengan penghayatan secara langsung dan arti secara rasional. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi manusia dalam perspektif Al-Qur’an adalah fitrah. Sedangkan dalam sudut pandang psikologi motivasi manusia beragama terbagi ke dalam dua pandangan yaitu pelarian dari kenyataan sebagaimana dikemukakan oleh Freud dan kedua menyetujui bahwa agama adalah kebutuhan alamiah manusia (fitrah) sebagaimana dikemukakan oleh Carl G Jung. Adapun implikasi motivasi beragama dalam pendidikan bisa dilaksanakan dengan pendekatan interdisipler, operatif. Intinya adalah bagaimana sebuah pendidikan tidak hanya menjadikan manusia sebagai objek material dan kognitif saja akan tetapi diisi dengan nilai-nilai spiritual keagamaan dalam setiap proses pembelajaran di dalamnya.
Analisis Pengembangan Model Belajar Melalui Media Vidio pada Mata Pelajaran PAI di Kelas 10 SMK Budi Mulia Tangerang Jamil Abdul Aziz; Fathur Rahman Al Rafi; Ahmad Wafillah; Khairul Ummami; Imam Firdaus; Adzim Ahdiat
GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2024): GAPAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/pvbef995

Abstract

Media pembelajaran perlu di kembangkan dengan memanfaatkan teknologi yang di dukung oleh ketersediaan sarana di sekolah agar peserta didik tertarik untuk memperhatikan materi yang di jelaskan dengan suatu media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media video pembelajaran menggunakan plotagon studio yang layak dan praktis untuk pembelajarn pendidikan agama Islam di kelas. Metode penelitian yang di gunakan adalah research and development (R&D) dengan model 4D, penelitian di laksanakan di SMK Budi Mulia Tangerang.
BEHAVIORISTIC CONDITIONING IN PHILANTHROPIC TAHFIDZ EDUCATION: A CASE STUDY OF UNDERPRIVILEGED SANTRI AT PESANTREN HABIBURROHMAN BANDUNG Jamil Abdul Aziz; Ade Abdul Muqit; Fuji Zakiyatul Fikriyah; Ismi Rahmayanti
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 3 (2026): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v4i3.769

Abstract

This study investigates the implementation of behavioristic conditioning in tahfidz education within a philanthropic pesantren serving exclusively yatim (orphaned) and dhu’afa (economically disadvantaged) santri. It examines how philanthropic mechanisms function as enablers of learning readiness and how they interact with behavioristic principles in shaping memorization outcomes for underprivileged learners. Employing a qualitative single-case study design at Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an (PPTQ) Habiburrohman, Bandung, data were collected through purposive sampling involving institutional leaders, tahfidz instructors, and santri. Instruments included semi-structured interviews, participant observation of ziyadah, muroja’ah, and daily activities, as well as analysis of institutional documents. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model with source, method, and time triangulation. Behavioristic conditioning is systematically applied through the ziyadah-muroja’ah system (Law of Exercise), reward and ta’zir mechanisms (operant conditioning), and fixed daily scheduling (classical conditioning). The full-scholarship philanthropic model effectively removes financial barriers, creates psychological readiness (Thorndike’s Law of Readiness), and fosters gratitude-based intrinsic motivation that complements external reinforcement. The single-site case study limits generalizability beyond similar philanthropic tahfidz institutions. The absence of longitudinal data on post-graduation hafalan retention further constrains the findings. This research is the first to examine behavioristic conditioning specifically in a philanthropic tahfidz setting for yatim and dhu’afa santri. It introduces the concept of “philanthropic readiness engineering,” highlighting Islamic philanthropy as a behavioral intervention that enhances conditioning effectiveness for vulnerable populations.