Low Back Pain menjadi salah satu penyebab utama kecacatan global dengan prevalensi tertinggi pada individu berusia 50-55 tahun. Data WHO (2020) mencatat 619 juta kasus secara global, diperkirakan meningkat menjadi 843 juta pada 2050. Di Indonesia, Riskesdas (2021) melaporkan terdapat 12.914 kasus. Studi menunjukkan 50,30% pasien di IGD mengalami Low Back Pain. Low Back Pain dapat menghambat mobilitas dan menurunkan kualitas hidup. Teknik effleurage massage sebagai terapi relaksasi non-farmakologis dapat mempercepat pemulihan nyeri dengan menggunakan sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan Effleurage Massage pada pasien Low Back Pain di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan literature review. Subjek studi kasus ini melibatkan satu pasien dengan diagnosis medis Low Back Pain dengan teknik sampel purposive sampel yaitu menggunakan kriteria inklusi terdiri dari klien dengan Low Back Pain, usia > 50 tahun, bersedia menjadi responden, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi, pemeriksanaan fisik, dan pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi, kemudian disajikan dalam bentuk narasi untuk menggambarkan perubahan tingkat nyeri pada pasien. Pada penelitian ini dihasilkan bahwa terapi Effleurage Massage berhasil mengurangi skala nyeri dari skala 5 (sedang) menjadi skala 3 (ringan) pada pasien dengan Low Back Pain. Terapi Effleurage Massage diharapkan menjadi referensi bagi perawat IGD dalam manajemen nyeri non farmakologis, guna mengurangi keluhan nyeri pasien khususnya penderita Low Back Pain di IGD.