ABSTRACT Passing accuracy is one of the fundamental skills that plays an important role in football because it is closely related to ball possession, attack development, and teamwork among players. In youth player development, technical training needs to be designed through game situations so that players not only master basic movements but are also able to make decisions during play. This study aimed to analyze the effect of Wing Fake and Pass Through training on improving the passing accuracy of SSB Pakargen U12 players in 2024. The study employed a quasi-experimental method using a two groups pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players who were divided into two treatment groups, namely the Wing Fake training group and the Pass Through training group. Data were collected using a target passing accuracy test, while data analysis employed descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The results showed that both groups experienced improvements in passing accuracy after participating in the training program. The Wing Fake training demonstrated a higher descriptive improvement compared to Pass Through, although the difference between the two groups was not statistically significant. These findings indicate that game-based training involving space manipulation, movement, targets, and decision-making can serve as an effective alternative training model in youth football development. ABSTRAK Akurasi passing merupakan salah satu keterampilan dasar yang berperan penting dalam permainan sepak bola karena berkaitan dengan penguasaan bola, pembangunan serangan, dan kerja sama antarpemain. Pada pembinaan usia dini, latihan teknik perlu dikembangkan melalui situasi permainan agar pemain tidak hanya menguasai gerakan dasar, tetapi juga mampu mengambil keputusan dalam permainan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Wing Fake dan Pass Through terhadap peningkatan akurasi passing pemain SSB Pakargen U12 Tahun 2024. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain two groups pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok latihan Wing Fake dan kelompok latihan Pass Through. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes akurasi passing ke sasaran, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan kemampuan akurasi passing setelah mengikuti program latihan. Latihan Wing Fake menunjukkan peningkatan deskriptif yang lebih tinggi dibandingkan Pass Through, meskipun perbedaan peningkatan kedua kelompok tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan berbasis situasi permainan yang melibatkan manipulasi ruang, gerak, target, dan pengambilan keputusan dapat menjadi alternatif model latihan yang efektif dalam pembinaan sepak bola usia dini.