Ahmad Fauzi Zakaria
Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kepemimpinan Transformatif Islami Penggerak Continuous Improvement: Penerapan TQM pada Lembaga Pendidikan Islam Nurhasan; Cahyudi Prima; Ahmad Fauzi Zakaria; Qiqi Yuliati Zaqiah
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i2.13433

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran kepemimpinan transformasional Islami dalam menggerakkan continuous improvement (CI) pada implementasi Total Quality Management (TQM) di MTs Minhajul Haq. Berangkat dari kebutuhan penguatan mutu berkelanjutan di lembaga pendidikan Islam, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional Islami terwujud melalui integrasi empat dimensi—idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration—dengan nilai profetik (siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh). Integrasi ini membentuk kepemimpinan yang tidak hanya berfungsi strategis, tetapi juga moral–spiritual dalam mendorong perubahan. Kepemimpinan tersebut terbukti menggerakkan siklus PDCA secara lebih sistematis, meningkatkan inovasi pembelajaran, memperkuat akuntabilitas kinerja, serta menumbuhkan motivasi intrinsik warga madrasah terhadap perbaikan mutu. CI berkembang menjadi budaya kolektif yang berlandaskan keteladanan, komunikasi efektif, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Selain itu, sinergi tim berbasis prinsip ta’awun memperkuat kolaborasi antarpersonel dan memastikan keberlanjutan implementasi TQM. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional Islami merupakan faktor determinan dalam membangun kultur mutu yang adaptif, partisipatif, dan religius, serta dapat menjadi model strategis bagi lembaga pendidikan Islam dalam pengembangan sistem mutu berkelanjutan.
Integration of Islamic Educational Theology in Project Based Learning Strategies to Improve Student Spirituality Nurhasan Nurhasan; Syukron Makmun; Ahmad Fauzi Zakaria; Adang Hambali; Andewi Suhartini
TA'DIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2026): In Press
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/jt.v4i1.130

Abstract

This study aims to analyze the concept of integration of Islamic Education theology in the Project Based Learning (PjBL) strategy, its implementation in the learning process, as well as supporting and inhibiting factors in an effort to improve student spirituality. The research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data was obtained through observations, in-depth interviews, and documentation of lecturers and students in the Bridge and Road Design Engineering Study Program, Department of Civil Engineering, Bandung State Polytechnic (Polban). Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the integration of Islamic Education theology in the PjBL strategy is realized through strengthening the values of monotheism, worship, and morals in each stage of project-based learning. Implementation is carried out systematically through the planning, implementation, monitoring, and evaluation stages by using the Qur'an and hadith as the normative basis of the project. This strategy is able to increase students' spiritual awareness, such as honesty, responsibility, social empathy, discipline, and awareness of worship. Supporting factors include lecturer competence, student motivation, characteristics of PjBL, and religious academic culture, while inhibiting factors include time constraints, formal academic orientation, and differences in students' religious backgrounds. This research confirms that the integration of Islamic Education theology in PjBL is effective in forming students who excel intellectually and spiritually.
Aksiologi Ilmu Pengetahuan di Era Disrupsi: Merekonstruksi Nilai Kegunaan antara Tekno-Efisiensi dan Kebijaksanaan Kemanusiaan Mochamad Naufal Fauzan; Ahmad Fauzi Zakaria; Syukron Makmun; Adang Hambali
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.653

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dominasi nilai instrumental-utilitarian dalam ilmu pengetahuan di era disrupsi teknologi, yang menyempitkan makna kegunaan ilmu hanya pada aspek tekno-ekonomi dan mengabaikan nilai-nilai humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar epistemologis dominasi nilai instrumental, mengidentifikasi dampak distorsifnya, serta menawarkan rekonstruksi aksiologis yang integratif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis filosofis melalui studi kepustakaan terhadap pemikiran filsuf seperti Habermas, Heidegger, dan Mazhab Frankfurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi nilai instrumental berakar pada tradisi positivisme dan pragmatisme, yang telah menyebabkan dehumanisasi, krisis ekologis, dan erosi kearifan lokal. Sebagai respons, penelitian ini merekonstruksi aksiologi ilmu dengan mengintegrasikan nilai instrumental dan intrinsik melalui pendekatan etis, transdisipliner, dan emansipatoris. Kesimpulannya, ilmu pengetahuan harus tidak hanya berfungsi sebagai alat pemecah masalah teknis, tetapi juga sebagai pendorong pemahaman hermeneutis dan pembebasan manusia untuk mewujudkan pembangunan yang utuh dan berkelanjutan.
Etika Islam dalam Pemilihan Ilmu dan Lingkungan Belajar yang Baik : Studi Kitab Ta’lim Mutaalim Syukron Makmun; Ahmad Fauzi Zakaria; Isop Syafei; Izzudin Musthafa
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.669

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat dan kemudahan akses informasi di era kontemporer menimbulkan tantangan baru bagi pendidikan Islam, terutama dalam membentuk karakter intelektual, moral, dan spiritual para pembelajar. Banyak siswa kesulitan mengidentifikasi pengetahuan yang bermanfaat, guru yang kredibel, dan lingkungan belajar yang mendukung, menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik belajar modern dan landasan etis yang ditekankan dalam teks-teks pendidikan Islam klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan mekanisme internalisasi adab dalam pemilihan pengetahuan, guru, teman sebaya, dan lingkungan belajar sebagaimana dijelaskan dalam Ta'lim al-Muta'allim karya al-Zarnuji. Menggunakan desain kualitatif deskriptif, penelitian ini mengacu pada sumber primer terutama Ta'lim al-Muta'allim didukung oleh wawancara semi-terstruktur dengan pakar pendidikan Islam, analisis dokumen, dan pengamatan di lembaga pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi adab melibatkan tahap-tahap berlapis: pemahaman kognitif, internalisasi afektif, dan aktualisasi perilaku. Adab membimbing peserta didik untuk mengejar pengetahuan dengan niat yang jelas, memilih guru yang terpercaya, membangun jaringan teman sebaya yang mendukung, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan prinsip-prinsip etika Ta'lim al-Muta'allim ke dalam kerangka kerja pembelajaran kontemporer dapat meningkatkan penilaian etika siswa dan mendukung perkembangan akademik yang holistik.
Epistemic Transformation: Implications and Implementation of Islamic Character Education in the Era of Artificial Intelligence Ahmad Fauzi Zakaria; Nurhasan Nurhasan; Yanti Amali Afifah; Aan Hasanah; Bambang Samsul Arifin
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/n5hk2j56

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has created new challenges and opportunities for character education within Islamic educational institutions. This study aims to analyze the implications and implementation of character education in Islamic education in the AI era and to formulate a conceptual model that integrates theological values with technological advancement. This research employed a qualitative approach using library research methods. Data were collected from reputable international and national journal articles indexed in Scopus and accredited databases published between 2021 and 2026. Data analysis was conducted through comparative and critical content analysis. The findings reveal four major themes. First, character education in Islamic education has undergone a conceptual transformation from universal character values toward transcendental akhlaq rooted in tawhid, faith, and spiritual consciousness. Second, its implementation faces significant challenges, particularly excessive administrative burdens that weaken teachers' role-modeling function (uswah hasanah). Third, the emergence of AI encourages the development of an "automation for re-humanization" strategy, where technology is utilized to reduce administrative workloads and strengthen teachers' roles as murabbi, mentors, and character architects. Fourth, the Faith-Based Algorithmics model offers a future framework integrating theology, ethics, and algorithmic thinking in educational practice. The study concludes that successful character education in the digital era depends on harmonizing technological sophistication with spiritual depth to develop digitally competent, morally responsible, and spiritually grounded generations.