This Author published in this journals
All Journal SWARNA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksperimentasi Metode Demonstrasi dalam Rekonstruksi Pemahaman Fikih Shalat: Studi Kasus Standardisasi Penggunaan Mukena Syar’i di Dusun Bogem Hasanah, Fitrotin; Arifah, Nur; Ashar, Salim; Aprilia , Dita; Wasyifa'un , Selia
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i4.2079

Abstract

Minimnya pemahaman yang mendalam tentang fikih shalat seringkali berimplikasi pada aspek teknis peribadatan, salah satunya yaitu adanya ketidak sesuaian penggunaan mukena di kalangan jama’ah muslimah yang ada di wilayah dusun Bogem. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara syarat sah shalat menutup aurat secara sempurna dengan praktik budaya berpakaian yang selama ini diwariskan secara turun temurun. Tanpa pemahaman yang persisi mengenai batas aurat ketika melaksanakan ibadah shalat, kualitas ritual shalat menjadi rentan secara hukum fikih. Untuk mengatasi persoalan tersebut, penelitian ini menerapkan eksperimen metode demonstrasi yang di intergrasikan dengan teori belajar sosial. Pendekatan ini dipilih karena efektivitasnya dalam merekonstruksi pemahaman jama’ah melalui proses observasi, imitasi, dan identifikasi perilaku secara langsung. Melalui peragaan praktis, jama’ah tidak hanya menyerap teori secara kognitif, tetapi juga mampu mempraktikkan cara penggunaan mukena yang benar dan sesuai dengan syari’at Islam. Standar utama yang diproyeksikan dalam pendampingan ini merupakan perumusan standar baku penggunaan mukena syar’i yang bersifat adabtif. Inovasi ini bertujuan untuk menyelaraskan antara unsur kearifan lokal dusun Bogem dengan standar hukum Islam dalam menutup aurat. Hasil yang diharapkan berupa panduan praktis yang memastikan bahwa lekuk tubuh dan batas aurat dapat tertutup dengan sempurna tanpa harus menghilangkan identitas budaya setempat. Standarisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah muslimah dusun Bogem, sekaligus menjadi model edukasi fikih aplikatif yang dapat direplikasikan di wilayah lain dengan tantangan serupa. Dengan demikian, kesempurnaan shalat dapat dicapai melalui sinergi antara ilmu agama dan kearifan lokal.