Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses penyebaran agama Islam serta peran Syekh Maulana Malik Ibrahim Al-Maghribi dalam membangun sistem pendidikan Islam yang berfokus pada masyarakat di Desa Kedung Malang. Pemilihan topik ini bertujuan untuk memperjelas pentingnya menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal dalam membentuk karakter religius masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menganalisis secara historis dan sosiologis tentang cara masyarakat menjalani keagamaan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa proses Islamisasi terjadi secara perlahan dengan cara yang menyesuaikan diri dengan budaya setempat, serta didukung oleh kebiasaan ibadah seperti pengajian, tahlilan, dan ziarah yang berperan sebagai sarana belajar agama Islam secara tidak formal. Selain itu, cara berdakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim yang persuasif dan sesuai dengan konteks terbukti berhasil dalam membangun sistem pendidikan Islam yang berlandaskan masyarakat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang diintegrasikan dengan budaya setempat dapat memperkuat nilai-nilai agama sekaligus menjaga kelangsungan tradisi-tradisi setempat. Oleh karena itu, pendidikan Islam yang menggunakan kearifan lokal bisa menjadi contoh yang tepat dalam membangun pendidikan Islam yang terus berkembang.