Syahputra, Mhd.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Big Bang dalam Al-Quran dan Kesesuainnya dengan Kosmologi Modern Syahputra, Mhd.; Agustina, Aulia; Herlina, Sri Anisa; Ramadhanti, Riska Aulia; Harahap, Rizka Amrillia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37699

Abstract

Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Big Bang dalam perspektif Al-Qur’an serta menganalisis kesesuaiannya dengan kosmologi modern. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan ilmu kosmologi yang menunjukkan bahwa alam semesta memiliki awal melalui peristiwa Big Bang, serta adanya ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas penciptaan alam semesta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur (library research), dengan mengkaji sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an seperti QS. Al-Anbiya:30, QS. Fussilat:11, dan QS. Adz-Dzariyat:47, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku tafsir, dan literatur kosmologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian konseptual antara teori Big Bang dengan deskripsi penciptaan alam semesta dalam Al-Qur’an. QS. Al-Anbiya:30 menggambarkan kondisi awal alam semesta sebagai satu kesatuan (ratq) yang kemudian dipisahkan (fataq), yang selaras dengan konsep singularitas dan ekspansi awal dalam teori Big Bang. QS. Fussilat:11 menjelaskan fase awal alam semesta dalam bentuk “asap” (dukhan), yang sesuai dengan kondisi plasma panas pasca Big Bang. Sementara itu, QS. Adz-Dzariyat:47 menunjukkan bahwa alam semesta terus mengalami ekspansi, yang sejalan dengan temuan ilmiah modern mengenai mengembangnya alam semesta. Meskipun terdapat keselarasan antara Al-Qur’an dan kosmologi modern, penelitian ini menegaskan bahwa kesesuaian tersebut bersifat interpretatif dan tidak dapat dijadikan sebagai pembuktian ilmiah secara mutlak. Pendekatan tafsir ilmi yang digunakan dalam kajian ini berfungsi sebagai jembatan antara sains dan agama, dengan tetap menjaga keotentikan makna Al-Qur’an serta mempertimbangkan sifat dinamis teori ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian integrasi antara sains dan agama, serta membuka ruang dialog yang konstruktif antara wahyu dan ilmu pengetahuan modern.