Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Koreografi Tari Piring Basegeh di Sanggar Seni Kajang Lako Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif Analitis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung, seperti alat tulis, kamera, alat perekam. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses koreografi Tari Piring Basegeh diawali tema kegiatan bertani kesawah, eksplorasi yaitu yang dimana bersiap- siap akan pergi kesawah dengan membawa piring, improvisasi yaitu dari gerak (gerak tapua ng alam, gerak silek raso dipiring, dan gerak guncang basamo) dan komposisi merupakan (gerak, pola lantai, kostum, properti, musik, desaian atas, komposisi kelompok). Tari Piring Basegeh memiliki 2 macam aspek pokok, aspek bentuk yaitu: Gerak (14 ragam gerak), dengan desain lantai garis lurus, diagonal, setengah lingkaran, horizontal, vertikal dan lingkaran. Musik menggunakan musik MP3 yang alat musiknya terdiri dari serunai, saluang, tambuah, talempong, canang, bass, keyboard dan dendang. Kostum yang digunakan yaitu bagi penari perempuan baju beludrun warna gold dengan songket yang telah dikreasikan dan menggunakan rias cantik. Kostum yang dipakai penari laki-laki yaitu Baju Silek Minang dengan celana galembong. Properti yang digunakan yaitu Piring, Bakul. Aspek isi ada : ide, di dalam Tari Piring Basegeh ini menggunakan ide yaitu Tradisi Basegeh yang artinya Bersiap-siap pergi kesawah atau keladang dengan suasana kegembiraan.