Stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), permintaan terhadap berbagai komoditas pangan cenderung meningkat sehingga berpotensi memicu kenaikan harga di pasar. Oleh karena itu, pemerintah melaksanakan berbagai kebijakan stabilisasi harga pangan, salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Gerakan Pangan Murah dalam mendukung stabilitas harga pangan menjelang HBKN di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kota Semarang dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta instansi terkait lainnya. Program ini menyediakan berbagai komoditas pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar sehingga mampu membantu menjaga daya beli masyarakat dan menekan potensi kenaikan harga pangan menjelang HBKN. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan jangkauan distribusi dan perlunya penguatan koordinasi antar lembaga. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan stabilisasi harga pangan dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.