Toleransi merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu negara dalam mengelola keberagaman. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai persatuan, masyarakat Indonesia dituntut untuk mampu menunjukkan sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan yang ada. Intoleransi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah ekonomi, sosial, serta gesekan budaya yang memicu konflik antar kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara objektif melalui data numerik, sedangkan metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi atau karakteristik variabel yang diteliti tanpa melakukan manipulasi variabel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang disusun berdasarkan indikator dari variabel yang diteliti. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Sebelum digunakan, instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kelayakan sebagai alat pengumpul data. Prosedur penelitian meliputi beberapa tahap, yaitu: (1) penyusunan instrumen penelitian, (2) uji validitas dan reliabilitas instrumen, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan dan analisis data, serta (5) penarikan kesimpulan berdasarkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil yang didapatkan, sebagian besar responden dalam penelitian ini berada pada kategori Sedang dengan persentase mencapai 73%. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah memiliki pemahaman awal mengenai pentingnya menerima dan menghargai keberagaman budaya di lingkungan sosialnya. Namun, pemahaman tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku nyata sehari-hari.