Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan rencana akuisisi PT Petrosea Tbk (PTRO) oleh PT Hillcon Tbk (HILL) di sektor jasa pertambangan Indonesia melalui pendekatan valuasi berbasis arus kas dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) menggunakan Free Cash Flow to the Firm (FCFF), serta perhitungan book value of the firm sebagai pembanding nilai intrinsik. Studi menggunakan laporan keuangan auditan PT Petrosea periode 2022 hingga 2024 yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia, dengan proyeksi lima tahun untuk periode 2025 hingga 2029. Asumsi yang digunakan meliputi pertumbuhan penjualan 6% per tahun, COGS yang turun bertahap dari 87% menjadi 84,6% dari penjualan, beban operasional 8% dari penjualan, capital expenditure 4% dari penjualan, tarif pajak 22%, dan terminal growth 3%. Tingkat diskonto Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 10,5% diperoleh berdasarkan cost of equity 12,58% yang dihitung dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM) menggunakan risk-free rate 6,53%, beta 1,10, dan market risk premium 5,5%, dengan struktur modal target Debt to Value (D/V) 40%. Hasil valuasi menghasilkan enterprise value sebesar USD 1.022,8 juta dan equity value sebesar USD 827,6 juta, setara dengan USD 0,082 per saham (post stock split 1:10 Januari 2025). Dibandingkan dengan harga pasar PTRO sekitar USD 0,34 per saham, saham PTRO dinilai overvalued dengan premium pasar 313%. Sementara itu, book value per share sebesar USD 0,025 menunjukkan bahwa nilai buku sangat rendah dibanding nilai pasar. Penelitian merekomendasikan No Acquisition pada tingkat harga pasar saat ini, dan menyarankan PT Hillcon untuk menunggu koreksi harga atau melakukan negosiasi harga akuisisi yang mendekati nilai intrinsik DCF.