Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan koreografi Tari Sampan di Sanggar Palito Nyalo, Koto Panjang, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koreografi tari sampan di Sanggar Palito Nyalo Koto Panjang Kecamatan Pauh Kota Padang terdiri dari aspek bentuk dan aspek isi. Pada aspek bentuk terdapat beberapa elemen diantaranya gerak, desain lantai, dinamika, komposisi kelompok, penari, musik, kostum dan properti. Gerak Tari Sampan terdapat 9 ragam gerak, desain lantai yang dipakai yaitu bentuk vertikal (berbaris kebelakang), dinamika gerak Tari Sampan lebih banyak menggunakan dinamika gerak ringan, dinamika ruang yang lebih dominan terdiri dari garis lurus sehingga membuat ruang yang diperlukan sempit, kemudian dinamika tenaga sedang dan banyak hanya terdiri dari dua gerak yaitu gerak Mandayuang dan gerak Katapian. Komposisi kelompok yang terdapat pada Tari Sampan yaitu dilakukan secara serempak. Komposisi kelompok berdasarkan bentuk atau variasi serempak yaitu Gerak Maangkek Biduak, Gerak Mandayuang, Gerak Katapian dan Gerak Pulang Malatakan Sampan yang menggambarkan bagaimana kekompakan serta gotong royong masyarakat dalam proses mencari ikan. Penari yang dibutuhkan dalam Tari Sampan terdiri dari 3 sampai 5 orang penari. Musik yang digunakan pada Tari Sampan menggunakan tempo sedang. Adapun alat musik yang digunakan diantaranya talempong, gandang, tassa dan serunai. Kostum menggunakan baju satin, galembong, deta batik dan sesamping, serta properti yang digunakan seperti topi caping. Aspek isi terdiri dari ide dan suasana, ide terciptanya Tari Sampan dilihat dari keunikan para nelayan yang memancing ikan secara berkelompok denga menggunakan sampan. Adapun suasana pada Tari menggambarkan kehidupan nelayan yang dinamis, penuh semangat, dan kebersamaan.