Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERLAWANAN RAKYAT DALAM PUISI “HARI ITU AKU AKAN BERSIUL-SIUL” KARYA WIJI THUKUL (KAJIAN KRITIK PASCAKOLONIAL) Sifatul Haeriyah; Samsul Hakim; Ahmadi, Alpan
BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begibung.v4i1.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi “Hari Itu Aku Akan Bersiul-siul” karya Wiji Thukul dengan menggunakan pendekatan pascakolonial Homi K. Bhabha, khususnya konsep mimikri. Puisi ini merepresentasikan kritik terhadap sistem politik Orde Baru yang otoriter serta praktik demokrasi semu yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik membaca tekun (close reading) terhadap teks puisi untuk mengungkap makna tersurat dan tersirat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan-tindakan simbolik dalam puisi, seperti memilih tetap di rumah, melakukan aktivitas domestik, dan menolak memberikan suara, merupakan bentuk perlawanan pasif yang dapat dipahami sebagai praktik mimikri. Dalam perspektif pascakolonial, mimikri tersebut memperlihatkan peniruan sistem demokrasi yang tidak pernah sepenuhnya patuh dan justru bersifat subversif terhadap kekuasaan. Puisi ini menegaskan bahwa kolonialisme modern tidak lagi hadir dalam bentuk penjajahan fisik, melainkan melalui dominasi politik dan ekonomi oleh elite lokal. Dengan demikian, puisi Wiji Thukul berfungsi sebagai media kritik sosial dan sarana resistensi budaya masyarakat pascakolonial.