Abstract The complexity of family responsibilities in the modern era has increased due to social, economic, and cultural changes. Individuals are expected not only to meet economic needs but also to provide emotional support to family members, resulting in increasingly complex role burdens. This phenomenon is also represented in the media, particularly in films, through symbols and narratives that reflect the social reality of society. The film *1 Kakak 7 Ponakan* serves as an example illustrating these dynamics through a character who bears dual responsibilities within the family. This study aims to analyze the phenomenon of family responsibilities in the film *1 Kakak 7 Ponakan* using John Fiske’s Semiotic Theory. The research method is qualitative, specifically descriptive-analytical. The study focuses on the film 1 Kakak 7 Ponakan, employing purposive sampling to select relevant scenes. Data collection was conducted through documentation by repeatedly watching the film, followed by analysis using John Fiske’s semiotics across three levels: reality, representation, and ideology. The results of this study indicate that Fiske’s three levels of semiotics (reality, representation, ideology) can be systematically operationalized to uncover the meaning of family responsibility that is not explicitly stated. This study demonstrates that the ideological level not only functions as a reflection of dominant values but can also contain implicit criticism of unequal social structures and gender relations. This enriches the theoretical discourse by showing that Fiske’s semiotics is not value-neutral but can be used as a tool for cultural criticism. Keywords: Film; representation; John Fiske’s Semiotics; family responsibility. Abstrak Kompleksitas tanggung jawab keluarga di era modern semakin meningkat akibat perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Individu dituntut tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi jugamemberikan dukungan emosional bagi anggota keluarga, sehingga memunculkan beban peran yang semakin kompleks. Fenomena ini turut direpresentasikan dalam media, khususnya film, melalui simbol dan narasi yang mencerminkan realitas sosial masyarakat. Film 1 Kakak 7 Ponakan menjadi salah satu contoh yang menggambarkan dinamika tersebut melalui tokoh yang memikul tanggung jawab ganda dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tanggung jawab keluarga dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan menggunakan Teori Semiotika John Fiske. Metode penelitian ini ialah kualitatif dengan jenis deskriptif analitis. Penelitian berfokus pada Film 1 Kakak 7 Ponakan dengan teknik purposive sampling dalam memilih adegan yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menonton film secara berulang, kemudian dianalisis menggunakan semiotika John Fiske melalui tiga level, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian ini ialah bahwa ketiga level semiotika Fiske (realitas, representasi, ideologi) dapat dioperasionalisasikan secara sistematis untuk mengungkap makna tanggung jawab keluarga yang tidak tampak secara eksplisit. Penelitian ini membuktikan bahwa level ideologi tidak hanya berfungsi sebagai cerminan nilai dominan, tetapi juga dapat memuat kritik implisit terhadap struktur sosial dan relasi gender yang timpang. Hal ini memperkaya diskursus teoretis bahwa semiotika Fiske tidak bersifat netral secara nilai, melainkan dapat digunakan sebagai alat kritik budaya. Kata-kata kunci: Film; representasi; semiotika John Fiske; tanggung jawab keluarga.