This Author published in this journals
All Journal SOSHUM
Harahap, Maulana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : soshum

ANALISIS SEMIOTIKA PADA COVER MAJALAH TEMPO EDISI “OMON-OMON BANSOS” Sucahya, Media; Harahap, Maulana
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 1 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/t3st6y67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos pada cover Majalah Tempo edisi 22–28 Januari 2024 berjudul “Omon-Omon Bansos” menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Cover tersebut menampilkan ilustrasi karikatur Joko Widodo yang memanggul empat karung bantuan sosial dengan Prabowo Subianto duduk santai di atasnya. Penelitian ini berangkat dari fenomena politik menjelang Pemilu 2024, dimana kebijakan bantuan sosial pemerintah menjadi sorotan publik karena diduga memiliki implikasi elektoral terhadap pasangan calon tertentu. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, ilustrasi menggambarkan dua tokoh politik dengan atribut khas masing-masing serta elemen karung sebagai simbol bansos. Pada tataran konotatif, gestur, warna pakaian, dan komposisi visual merepresentasikan relasi kuasa dan dugaan pemanfaatan kebijakan negara untuk kepentingan politik. Warna putih dan hitam pada Jokowi mengesankan citra kesederhanaan dan formalitas, sementara biru pada Prabowo merujuk pada identitas politik kampanye. Latar merah memperkuat kesan urgensi dan kekuasaan. Pada tingkat mitos, ilustrasi membangun narasi tentang praktik politik patronase dan instrumentalitas bantuan sosial sebagai alat legitimasi kekuasaan dalam kontestasi demokrasi. Cover ini tidak sekadar berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi sebagai medium komunikasi visual yang sarat kritik sosial-politik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ilustrasi cover majalah merupakan konstruksi tanda yang mampu membentuk opini publik serta merepresentasikan ideologi media dalam membaca realitas politik Indonesia kontemporer.