Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerepan Hukum Bagi Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan Terhadap Ibu Rumah Tangga Di Kota Lubuklinggau (Studi Kasus Di Kepolisian Resor Kota Lubuklinggau) Rica Reagita; Wilson Gandi; Devi Anggreni Sy; Wawan Fransisco
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/tj477h35

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana percobaan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap ibu rumah tangga di Kota Lubuklinggau (Studi Kasus di Polres Lubuklinggau). Rumusan masalah penelitian meliputi: 1) Bagaimana penerapan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana tersebut; 2) Faktor-faktor apa yang memengaruhi tersangka; dan 3) Hambatan apa yang dihadapi selama proses penyidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dokumen, serta wawancara dengan informan terkait. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penegakan hukum dalam kasus pidana anak harus mengedepankan pendekatan keadilan restoratif melalui sistem diversi. Penanganan perkara dapat ditempuh melalui jalur litigasi di pengadilan anak maupun jalur non-litigasi melalui mediasi penal sesuai UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Meskipun terbukti bersalah, anak tetap berhak mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Faktor penyebab kejahatan ini meliputi faktor internal (mentalitas dan pendidikan rendah) serta faktor eksternal (ekonomi, pengaruh konten pornografi, dan kondisi korban). Proses penyidikan menghadapi hambatan berupa pandangan retributif masyarakat, keterbatasan kualitas dan kuantitas aparat penegak hukum, minimnya sarana prasarana pada unit PPA akibat keterbatasan anggaran, serta belum optimalnya regulasi pelaksana terkait diversi. Kata Kunci: Penerapan Hukum, Percobaan Pemerkosaan, Penganiayaan, Anak.   Abstract This research examines the application of law to children as perpetrators of attempted rape and abuse of housewives in Lubuklinggau City (Case Study at the Lubuklinggau Police Station). The research objectives are to analyze: 1) the legal implementation against child perpetrators; 2) the influencing factors; and 3) the obstacles encountered during the investigation. This study employs a normative-empirical method with conceptual and legislative approaches. Data were collected through literature reviews, document analysis, and interviews with relevant informants. The findings conclude that law enforcement in juvenile criminal cases should prioritize a restorative justice approach through the diversion system. Cases are handled either through litigation in juvenile court or non-litigation via penal mediation, in accordance with Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. Despite being proven guilty, children retain their right to legal protection under Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection. Factors triggering these crimes include internal factors (mentality and low education) and external factors (economic pressure, influence of pornographic content, and circumstances related to the victim). The investigation process faces several hurdles, such as the public's retributive view, limited quality and quantity of law enforcement officers, inadequate facilities at the PPA unit due to budget constraints, and the lack of comprehensive implementing regulations regarding diversion. Keywords: Law Enforcement, Attempted Rape, Abuse, Children.