Gultom, Marcelino
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hubungan Faktor Risiko dengan Derajat Keparahan Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Gultom, Marcelino; Suandy; Nasution, Iskandar
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1322

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang sering menimbulkan komplikasi, salah satunya ulkus diabetikum yang berisiko menyebabkan amputasi dan meningkatkan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko dengan derajat keparahan ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan retrospektif. Penelitian dilakukan di RSU Sundari pada bulan Januari–Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 86 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 45–59 tahun dan >59 tahun (masing-masing 39,5%), dengan lama menderita DM ≥5 tahun (65,1%), terapi kombinasi (62,8%), HbA1c buruk (44,2%), serta memiliki komorbid (69,8%). Derajat ulkus terbanyak adalah ringan (57,0%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh faktor risiko memiliki hubungan signifikan dengan derajat keparahan ulkus diabetikum (p<0,05). Pasien dengan lama menderita DM ≥5 tahun, terapi kombinasi, HbA1c buruk (>8%), dan adanya komorbid lebih berisiko mengalami ulkus berat. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor lama menderita DM, jenis terapi, kadar HbA1c, dan komorbid berhubungan dengan derajat keparahan ulkus diabetikum. Pengendalian faktor risiko secara komprehensif sangat penting untuk mencegah perburukan kondisi pasien.