Published: May , 2021 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang terbentuk melalui platform Discord serta mengkaji perannya dalam membangun interaksi sosial antarangkatan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola interaksi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Discord yang awalnya dikembangkan untuk komunitas gim kini berkembang menjadi ruang komunikasi digital yang mendukung interaksi berbasis teks, suara, dan video secara terstruktur.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif di server Discord, serta dokumentasi interaksi digital mahasiswa angkatan 2022. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terbentuk mencerminkan model komunikasi many-to-many atau jaringan all-channel. Setiap anggota dapat berperan sebagai komunikator dan komunikan secara simultan tanpa adanya dominasi pusat komunikasi. Interaksi berlangsung secara partisipatif, terbuka, dan interaktif. Berdasarkan teori Interaksi Simbolik, makna Discord sebagai media komunikasi utama terbentuk secara bertahap melalui penggunaan simbol digital seperti teks, emoji, mention, dan voice channel. Proses penerimaan platform ini berbeda pada setiap individu, namun secara umum stabil setelah terjadi interaksi yang konsisten dalam komunitas.Dengan demikian, Discord terbukti mendukung komunikasi kelompok yang partisipatif dan memperkuat solidaritas antarangkatan dalam konteks pendidikan tinggi berbasis digital.