Latar Belakang: Fraktur merupakan gangguan kontinuitas tulang yang sering kali menimbulkan nyeri akut signifikan akibat kerusakan jaringan dan peradangan. Jika tidak ditangani, nyeri dapat menghambat proses penyembuhan dan meningkatkan stres fisiologis. Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, angka kejadian fraktur masih tergolong tinggi, dan banyak pasien tetap merasakan nyeri meskipun telah diberikan analgesik. Kompres dingin merupakan salah satu manajemen non-farmakologis yang bekerja melalui vasokonstriksi untuk mengurangi aliran darah dan mematikan sementara saraf perasa nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres dingin terhadap penurunan tingkat nyeri akut pada pasien fraktur berdasarkan perbandingan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Numerical Rating Scale (NRS). Hasil: Berdasarkan data prasurvei terhadap 10 pasien fraktur, rata-rata skala nyeri pasien menurun dari skala 7 (nyeri berat) menjadi skala 5 (nyeri sedang) setelah diberikan terapi kompres dingin. Literatur pendukung juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,001 (< 0,05). Kesimpulan: Pemberian kompres dingin efektif dalam menurunkan intensitas nyeri akut pada pasien fraktur. Intervensi ini disarankan untuk diintegrasikan ke dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) manajemen nyeri di rumah sakit.