Penelitian geologi di daerah Desa Kelidang dan sekitarnya, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan bertujuan untuk mengkaji kondisi geologi yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, serta sejarah geologi daerah penelitian. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis potensi keterdapatan thorium berdasarkan keterkaitannya dengan litologi granit, struktur geologi, dan proses geologi yang berkembang. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka, pemetaan geologi permukaan, pengamatan singkapan, pengambilan sampel secara purposive, serta analisis laboratorium berupa petrografi dan geokimia menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF).Geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan, yaitu satuan bukit intrusi granit, dataran denudasional struktur, dan dataran aluvial, dengan pola aliran sungai dendritik, trellis, dan rectangular pada stadia geomorfik dewasa. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas tiga satuan batuan dari tua ke muda, yaitu Satuan Batupasir–Batulempung Formasi Tanjung Genting (Trias Awal), Satuan Granit Klabat (Trias Akhir–Jura Awal), dan Endapan Aluvial (Holosen), dengan hubungan tidak selaras antara satuan sedimen dan intrusi granit. Struktur geologi didominasi oleh sistem sesar berarah Timur Laut–Barat Daya (NE–SW) dan Barat Laut–Tenggara (NW–SE) yang berperan dalam mengontrol pola aliran sungai, emplacement granit, serta jalur mineralisasi.Hasil analisis XRF terhadap 18 sampel menunjukkan bahwa 83,3% sampel memiliki kandungan thorium di atas ambang normal (>45 ppm), dengan nilai rata-rata 63,8 ppm dan maksimum 120,3 ppm. Sebaran thorium relatif luas dengan kecenderungan tinggi pada bagian utara hingga selatan daerah penelitian. Tingginya kandungan thorium diinterpretasikan berkaitan dengan proses pelapukan lanjut pada batuan granit. Berdasarkan hasil tersebut, daerah penelitian memiliki potensi thorium yang sangat tinggi.