Pengembangan kompetensi guru dalam ruang akademik merupakan tuntutan kompetensi pedagogis menjadi salah satu hal yang harus terus menerus secara dinamis bisa ditingkatkan secara profesional. Pelatihan keterampilan mengembangkan alat peraga edukasi matematika sekolah dasar berorientasi Budaya Betawi yang dilaksanakan di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, Jagakarsa Jakarta Selatan adalah sebuah pendekatan pelatihan dan pembelajaran yang mengintegrasikan alat peraga edukasi dengan Budaya Betawi. Pelatihan ini menjadi penting bagi Guru yang ada di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, untuk mengenalkan beberapa alternatif alat peraga edukasi yang lebih dekat dengan aktivitas anak didik berorientasi pada Budaya Betawi. Metode dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM) ini dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu: (1) tahap persiapan; (2) tahap pelaksanaan; dan (3) tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM) ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM ini berhasil meningkatkan keterampilan Guru dalam mengembangkan alat peraga edukasi yang berorientasi pada Budaya Betawi sehingga lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak didik di lingkungan SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat. Melalui pelatihan intensif yang dipadukan dengan simulasi praktik penggunaan alat peraga edukasi, Guru di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, betul-betul mampu mengembangkan alat peraga edukasi berorientasi Budaya Betawi sekaligus mampu praktik mensimulasikan penggunaan alat peraga edukasi tersebut. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh Guru di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, dapat mengintegrasikan Budaya Betawi ke dalam alat peraga edukasi yang mereka kembangkan untuk kegiatan belajar anak didik di di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat. Secara keseluruhan kegiatan PkM ini sudah berhasil mengintegrasikan Budaya Betawi dalam pembelajaran melalui alat peraga edukasi matematika sekolah dasar.