Akhmad, Harits Tryan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Framing Media atas Kebijakan Makan Bergizi Gratis dalam Pernyataan Prabowo pada Hari Buruh 2026 Akhmad, Harits Tryan; Kasmara, Irandi; Hutapea, Edison Bonartua
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2466

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi framing empat media daring nasional Detik.com, Kompas.com, Fajar.co.id, dan Netralnews.com dalam meliput pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis, penelitian ini menerapkan model analisis framing Robert N. Entman yang mencakup empat dimensi: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Analisis difokuskan pada judul berita sebagai elemen pembentuk persepsi paling dominan dalam ekosistem jurnalisme digital, mengingat kecepatan konsumsi informasi mendorong pembaca untuk membentuk opini berdasarkan judul semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat media mengonstruksi realitas berbeda atas peristiwa yang sama: Netralnews.com menampilkan framing konfrontatif-dramatik yang paling menonjol dengan diksi emosional; Fajar.co.id menggunakan framing konfrontatif-populis yang menekankan solidaritas kolektif buruh; Detik.com menerapkan framing faktual-kontekstual yang relatif netral; sementara Kompas.com menggunakan framing dialogis-institusional yang memosisikan Prabowo sebagai figur otoritatif. Perbedaan ini mencerminkan ideologi dan kebijakan redaksional masing-masing media. Penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi realitas dalam jurnalisme digital berperan signifikan membentuk persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah, sekaligus menggarisbawahi urgensi peningkatan literasi media agar masyarakat mampu membaca dan mengevaluasi framing secara kritis.