Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran digital inklusif serta optimalisasi model pembelajaran digital yang fleksibel dalam meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa pada Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis konseptual. Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Boyolali, Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Boyolali, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Boyolali, Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran digital inklusif perlu dilakukan secara sistematis melalui empat langkah utama, yaitu analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, perancangan pembelajaran diferensiatif, pemilihan media dan teknologi yang aksesibel, serta evaluasi dan refleksi pembelajaran secara berkelanjutan. Selain itu, optimalisasi pembelajaran digital fleksibel dapat dilakukan melalui empat bentuk, yaitu fleksibilitas waktu dan tempat belajar (asynchronous learning), peningkatan interaksi melalui pembelajaran digital interaktif (synchronous dan collaborative learning), penerapan diferensiasi pembelajaran berbasis teknologi, serta evaluasi dan umpan balik berbasis digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital yang dirancang secara inklusif dan fleksibel mampu meningkatkan keterlibatan, kemandirian, serta motivasi belajar siswa. Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan kualitas proses pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif, tetapi juga pada peningkatan hasil belajar siswa secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, optimalisasi pembelajaran digital dalam Kurikulum Merdeka menjadi strategi yang efektif dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, inklusif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi.