Romlah, Ai
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistemologi Adabi-Ijtima’i dalam Tafsir Al-Azhar: Kekuatan, Kerentanan, dan Perbandingannya dengan Tafsir Al-Mishbah Romlah, Ai
Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jitp.2026.5.3.457-472

Abstract

Artikel ini mengkaji problem epistemologis dalam kontekstualisasi adabi-ijtima‘i pada Tafsir Al-Azhar karya Hamka, terutama bagaimana strategi interpretatif yang sama dapat menghasilkan kekuatan sekaligus kerentanan epistemik. Tafsir Al-Azhar merepresentasikan corak adabi-ijtima‘i melalui pengaitan makna ayat dengan rea­li­­tas sosial, penggunaan bahasa figuratif, peribahasa, dan kontekstualisasi historis. Pene­li­tian ini merupakan studi kepustakaan dengan Tafsir Al-Azhar sebagai sumber data primer, yang dianalisis melalui close reading menggunakan enam indikator epis­te­mik, yaitu validitas, justifikasi, otoritas, disiplin tekstual, positionality, dan reflek­sivitas. Te­mu­an pada Tafsir Al-Azhar kemudian dibandingkan dengan Tafsir Al-Mishbah meng­gu­nakan indikator yang identik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan epis­temik Hamka berupa aksesibilitas, kontekstualisasi, dan orientasi reformis secara kon­sisten berkelindan dengan kerentanan berupa selektivitas budaya, perluasan ana­logis, dan positionality sosial-politik. Dengan demikian, kekuatan dan kerentanan epis­te­mik tersebut bukan dua karakter yang berdiri sendiri, melainkan konsekuensi dari meka­nis­me interpretatif yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa kontekstualisasi adabi-ijti­ma‘i tidak hanya memperkuat relevansi tafsir terhadap realitas sosial, tetapi juga mem­bentuk kondisi epistemik yang memungkinkan munculnya keterbatasan dalam se­lek­­si budaya, perluasan analogis, dan pembacaan yang dipengaruhi positionality penafsir.