Distribusi cabai merah sebagai komoditas hortikultura yang bersifat mudah rusak (perishable) memerlukan sistem distribusi yang cepat dan efisien untuk menjaga kualitas produk serta menstabilkan harga di tingkat konsumen. Pajak Roga Berastagi berperan sebagai pusat distribusi utama cabai merah di Kabupaten Karo, namun proses distribusi yang berjalan masih menghadapi kendala berupa penentuan rute yang belum optimal sehingga menyebabkan jarak tempuh lebih panjang, penggunaan bahan bakar tidak efisien, dan biaya transportasi tinggi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan rute distribusi cabai merah dari depot Pajak Roga Berastagi menggunakan metode Saving Matrix dan algoritma Nearest Neighbor. Metode Saving Matrix digunakan untuk menentukan kombinasi rute dengan penghematan jarak terbesar melalui penggabungan beberapa titik distribusi dalam satu perjalanan, sedangkan algoritma Nearest Neighbor digunakan untuk menentukan urutan kunjungan berdasarkan jarak terdekat. Permasalahan dimodelkan sebagai Vehicle Routing Problem (VRP) dengan satu depot dan beberapa titik distribusi serta mempertimbangkan kapasitas kendaraan sebagai batasan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua metode mampu meningkatkan efisiensi distribusi secara signifikan, dengan pengurangan total jarak tempuh dari 6.588 km menjadi 3.973 km atau sebesar 39,69%, penurunan biaya transportasi dari Rp10.946.200 menjadi Rp6.823.075,67 atau sebesar 37,67%, serta pengurangan jumlah rute distribusi dari 14 rute menjadi 5 rute sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat waktu pengiriman.