Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat kegiatan membaca menjadi sulit bagi siswa kelas IX di MTs Al-Amanah Waikaya merupakan tujuan dari adanya studi ini. Meskipun kemampuan membaca merupakan keterampilan esensial dalam penguasaan bahasa Inggris, membaca teks berbahasa Inggris masih menjadi hambatan yang signifikan bagi banyak siswa. Berdasarkan pengamatan, hanya 10 dari 38 siswa yang memiliki kemampuan membaca bahasa Inggris yang memadai, 5 siswa membaca dengan sangat lambat, dan 23 siswa mengalami masalah membaca yang parah. Desain penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam studi ini. Tiga puluh delapan siswa kelas sembilan dipilih secara acak untuk penelitian ini. Dokumentasi, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan fakta, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian, kesulitan membaca sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kosakata, masalah pengucapan, kelancaran membaca yang buruk, motivasi, dan latihan. Masalah pengucapan dan kosakata yang terbatas menonjol di antara kriteria tersebut. Akibat tantangan ini, pemahaman membaca, kepercayaan diri, dan kinerja keseluruhan siswa terganggu. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa dipengaruhi oleh faktor bahasa dan non-linguistik. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka, guru harus memberikan kesempatan tambahan kepada siswa untuk berlatih membaca, pengucapan, dan memperluas kosakata mereka.