This study focuses on the implementation of Total Quality Management (TQM) in optimizing the potential of madrasahs and improving the overall quality of educational services at Madrasah Ibtidaiyah Iryadun Nasyi’in. The primary objective of this research is to analyze how TQM principles are implemented within the context of Islamic educational institutions, highlighting three main aspects: the leadership of the madrasah principal as the driving force of a quality culture, the participation and commitment of teachers in performance improvement based on quality, and the system of evaluation and continuous improvement in educational services. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings indicate that the implementation of TQM in the madrasah is effective when the principal’s leadership is transformative and participatory, enabling the development of a quality culture rooted in spiritual and collaborative values. Active participation of teachers and educational staff strengthens the internal quality system through reflection, evaluation, and continuous innovation. Furthermore, structured and data-based evaluation mechanisms ensure the existence of a continuous improvement cycle across various aspects of educational services. The implications of this study affirm that TQM can serve as a strategic management model for madrasahs to achieve superior accreditation, enhance institutional competitiveness, and foster an adaptive, quality-oriented work culture. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada penerapan Total Quality Management (TQM) dalam mengoptimalkan potensi madrasah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh di Madrasah Ibtidaiyah Iryadun Nasyi’in. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip TQM diimplementasikan dalam konteks lembaga pendidikan Islam, dengan menyoroti tiga aspek utama: kepemimpinan kepala madrasah sebagai penggerak budaya mutu, partisipasi dan komitmen guru dalam peningkatan kinerja berbasis mutu, serta sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TQM di madrasah berjalan efektif ketika kepemimpinan kepala madrasah bersifat transformatif dan partisipatif, sehingga mampu membangun budaya mutu yang berakar pada nilai-nilai spiritual dan kolaboratif. Partisipasi aktif guru dan tenaga kependidikan memperkuat sistem mutu internal melalui refleksi, evaluasi, dan inovasi berkelanjutan. Selain itu, mekanisme evaluasi yang terstruktur dan berbasis data turut memastikan adanya siklus perbaikan berkesinambungan di berbagai aspek layanan pendidikan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa TQM dapat dijadikan model manajemen strategis bagi madrasah untuk mencapai akreditasi unggul, meningkatkan daya saing lembaga, serta menumbuhkan budaya kerja yang adaptif dan berorientasi mutu.