Baja ASTM A36 merupakan salah satu baja karbon rendah yang sering di pakai dalam kontruksi dan manufaktur karena kaarateristiknya baik dan mudah di las. Pengelasan merupakan salah satu proses fabrikasi yang sangat penting di dunia manufaktur, kontruksi dan perkapalan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pendingin dan variasi kecepatan kawat pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) terhadap sifat mekanik baja ASTM A36. Variasi parameter pengelasan seperti kecepatan kawat las dan jenis media pendingin (air, oli, dan udara) memengaruhi distribusi panas, struktur mikro, serta sifat mekanik sambungan las. Metode penelitian dilakukan dengan membuat spesimen baja ASTM A36 yang dilas menggunakan metode GMAW dengan variasi kecepatan las lalu di celupkan ke media pendingin , kemudian dilakukan uji tarik dan uji impak untuk mengetahui kekuatan, keuletan, dan ketangguhan sambungan. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kecepatan kawat 240 IPM menghasilkan kekuatan tarik tertinggi, dengan nilai maksimum 443,25 MPa pada media udara, Lalu disusul dengan media pendingin oli dan air. Regangan tertinggi sebesar 16% dicapai pada 240 IPM air, menunjukkan peningkatan keuletan akibat pendinginan cepat. Nilai modulus elastisitas tertinggi 218,08 GPa diperoleh pada 190 IPM udara, menandakan kekakuan material yang lebih tinggi. Hasil uji impak menunjukkan nilai tertinggi 2,07 J/mm² pada 240 IPM udara dan terendah 1,70 J/mm² pada 190 IPM air. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi kecepatan kawat tinggi dan media pendingin yang sesuai mampu menghasilkan sambungan las dengan kekuatan, keuletan, dan ketangguhan optimal pada baja ASTM A36.