Pakaya, Maryam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistimologi Balaghah Menurut Sakkaki: Kajian Relasi Makna dan Gaya Bahasa Pakaya, Azizah; Pakaya, Maryam; Asmaniah, Neli; Usman, Abdul Rafli
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v5i2.52020

Abstract

This study is motivated by the need to understand balāghah not merely as an art of rhetoric but as a scientific discipline possessing a coherent epistemological system. This study employs a qualitative-descriptive approach, drawing on library research and using Miftāḥ al-ʿUlūm as the primary source, supported by relevant journals and modern studies as secondary data. Analytical procedures include Content Analysis, Comparative Textual Analysis, Hermeneutical Interpretation, and Descriptive-Qualitative Analysis to interpret concepts, theoretical structures, and the meaning–style relationship. The findings indicate that Sakkākī’s epistemology of balāghah is grounded in the harmony between meaning, context, and stylistic expression. Maʿānī regulates structural precision, Bayān facilitates semantic expansion through majāz and istiʿārah, and Badīʿ enhances aesthetic effects without obscuring meaning. It concludes that Sakkākī’s framework remains highly relevant for contemporary analyses of exegesis, literature, and rhetoric, as it offers a systematic applicable methodological foundation for understanding the dynamics between meaning and linguistic style. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan untuk memahami balaghah tidak hanya sebagai seni retorika, tetapi sebagai disiplin ilmu yang memiliki sistem pengetahuan (epistemologi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka, memanfaatkan Miftāḥ al-‘Ulūm sebagai data primer serta jurnal dan penelitian modern sebagai data sekunder. Analisis dilakukan melalui Analisis Isi, Analisis Komparatif, Hermeneutika Tekstual, dan Deskriptif-Kualitatif untuk menafsirkan konsep, struktur teori, dan hubungan makna–gaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi balaghah Sakkākī didasarkan pada keselarasan antara makna, konteks, dan gaya. Ma‘āni mengatur ketepatan struktur kalimat, Bayān memfasilitasi perluasan makna melalui majāz dan isti‘ārah, sedangkan Badī‘ memperkuat efek estetis tanpa mengaburkan pesan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka Sakkākī tetap relevan untuk analisis tafsir, sastra, dan retorika modern karena menyediakan perangkat metodologis yang sistematis dan aplikatif dalam memahami dinamika makna dan gaya bahasa.