Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI NILAI-NILAI HADIS DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA BELAJAR PADA PENDIDIKAN MODERN Pakaya, Azizah; Nasrulloh, Nasrulloh
Tarbawi Vol 13, No 2 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i2.301

Abstract

AbstractAlthough learning technology has advanced, resulting in the widespread use of social media in learning, ethical aspects and religious values have not been fully internalized in the practice of using social media as a learning medium. In the context of modern education, characterized by technological advances and the flow of digital information, without a strong moral foundation, the risk of social media misuse and the loss of learning ethics can increase. This study uses a qualitative research method with a library research approach. The purpose of this study is to examine in depth the values of the Hadith that are relevant to the use of social media in modern education. It also examines the forms of social media that can be used in learning, especially in modern education. The results of this study indicate that the integration of Hadith values is a crucial part of social media use, and understanding social media platforms such as YouTube, TikTok, Instagram, and WhatsApp is crucial for learning, especially in today's modern education. AbstrakMeskipun teknologi pembelajaran telah berkembang, sehingga banyak menghasilkan media sosial yang digunakan dalam pembelajaran namun aspek etika dan nilai keagamaan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik penggunaan media sosial sebagai media belajar. Dalam konteks pendidikan modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan arus informasi digital, tanpa pijakan moral yang kuat, risiko penyalahgunaan media sosial dan hilangnya etika belajar bisa meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah secara mendalam nilai nilai hadis yang relevan dengan pemanfaatan media sosial dalam pendidikan modern. Serta bentuk media sosial seperti apa yang bisa digunakan dalam pembelajaran terutama di pendidikan modern. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi dari nilai-nilai hadis merupakan bagian yang terpenting dalam penggunaan media sosial dan menggetahui media sosial seperti youtube, tik-tok, instagram dan whatsapp merupakan yang bisa digunakan dalam pembelajaran terutama dalam ranah pendidikan modern saat ini.
Epistimologi Balaghah Menurut Sakkaki: Kajian Relasi Makna dan Gaya Bahasa Pakaya, Azizah; Pakaya, Maryam; Asmaniah, Neli; Usman, Abdul Rafli
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v5i2.52020

Abstract

This study is motivated by the need to understand balāghah not merely as an art of rhetoric but as a scientific discipline possessing a coherent epistemological system. This study employs a qualitative-descriptive approach, drawing on library research and using Miftāḥ al-ʿUlūm as the primary source, supported by relevant journals and modern studies as secondary data. Analytical procedures include Content Analysis, Comparative Textual Analysis, Hermeneutical Interpretation, and Descriptive-Qualitative Analysis to interpret concepts, theoretical structures, and the meaning–style relationship. The findings indicate that Sakkākī’s epistemology of balāghah is grounded in the harmony between meaning, context, and stylistic expression. Maʿānī regulates structural precision, Bayān facilitates semantic expansion through majāz and istiʿārah, and Badīʿ enhances aesthetic effects without obscuring meaning. It concludes that Sakkākī’s framework remains highly relevant for contemporary analyses of exegesis, literature, and rhetoric, as it offers a systematic applicable methodological foundation for understanding the dynamics between meaning and linguistic style. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan untuk memahami balaghah tidak hanya sebagai seni retorika, tetapi sebagai disiplin ilmu yang memiliki sistem pengetahuan (epistemologi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka, memanfaatkan Miftāḥ al-‘Ulūm sebagai data primer serta jurnal dan penelitian modern sebagai data sekunder. Analisis dilakukan melalui Analisis Isi, Analisis Komparatif, Hermeneutika Tekstual, dan Deskriptif-Kualitatif untuk menafsirkan konsep, struktur teori, dan hubungan makna–gaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi balaghah Sakkākī didasarkan pada keselarasan antara makna, konteks, dan gaya. Ma‘āni mengatur ketepatan struktur kalimat, Bayān memfasilitasi perluasan makna melalui majāz dan isti‘ārah, sedangkan Badī‘ memperkuat efek estetis tanpa mengaburkan pesan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka Sakkākī tetap relevan untuk analisis tafsir, sastra, dan retorika modern karena menyediakan perangkat metodologis yang sistematis dan aplikatif dalam memahami dinamika makna dan gaya bahasa.