Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda pada Berkas Rawat Jalan Pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Timur Putra, Gede Wirabuana; Oktari, Tami; Cempaka, Pande Putu Rissa
JAKADIKSI: JURNAL VOKASI Vol. 5 No. 1 (2026): JAKADIKSI: JURNAL VOKASI
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klaim tertunda (Pending Claims) BPJS Kesehatan terutama berkas rawat jalan masih menjadi masalah di RSUD Lombok Timur sehingga menyebabkan pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit menjadi terlambat dan merugikan keuangan Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya klaim tertunda berkas rawat jalan pada pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, dan mengidentifikasi permasalahan menggunakan unsur 5M (Material, Man, Machine, Method, Money). klaim tertunda pasien rawat jalan pada triwulan ketiga pada bulan Juli, Agustus dan September 2024 sebanyak 697 dari 4.388 berkas. Jika dihitung dalam persentase untuk kasus klaim tertunda yaitu sebesar 15,88% dan 84,11% berkas yang lolos verifikasi. Klaim tertunda mengakibatkan tidak terbayarnya pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan sehingga pemasukan rumah sakit akan menurun dan berdampak pada kegiatan operasional dan pembagian jasa pelayanan pegawai yang ada di rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan klaim tertunda adalah faktor man karena ketidaktepatan kode diagnosis dan kode tindakan oleh petugas koding rawat jalan, dan perbedaan persepsi antara koder dan verifikator BPJS, faktor material karena kurangnya kelengkapan berkas klaim yang di ajukan sehingga berkas rawat jalan banyak di tunda BPJS, faktor machine disebabkan karena komputer kurang memadai dan terjadi gangguan pada sistem jaringan atau koneksi internet, dan terakhir faktor money yaitu terlambatnya pembayaran jasa pelayanan karyawan, tetapi dalam hal faktor money tidak memengaruhi pelayanan yang ada di rumah sakit hanya saja terjadi keterlambatan dalam memberikan jasa pelayanan karyawan.