This Author published in this journals
All Journal Anterior Jurnal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengatasi Bullying Di Sekolah : Pelaksanaan Layanan Responsif Melalui Pendekatan Kualitatif : The Role Of Guidance And Counseling Teachers In Overcoming Bullying In Schools: The Implementation Of Responsive Services Through A Qualitative Approach Bella Siska; Pangestie, Esty Pan; Fendahapsari Singgih Sendayu
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 2 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adalah berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara peneliti ternyata dibeberapa kelas terdapat beberapa siswa yang melakukan bullying dengan tindakan mengejek, mengancam, mengambil milik teman, menuduh, dan bercanda sampai menyakiti fisik. Hal ini diperkuat oleh assesmen melalui angket “ Deteksi Perilaku Perundungan di Satuan Pendidikan “ dari 94 responden tersebut, ditemukanlah data sebanyak 10 responden berpotensi tinggi sebagai pelaku bullying dilingkungan sekolah.Tujuan penelitian yaitu mengetahui Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengatasi Bullying Di Sekolah melalui layanan responsif di SMP Negeri 2 Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono:2005). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil data yang telah dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa layanan responsif yang dilaksanakan oleh guru BK di SMP Negeri 2 Palangka Raya, sudah terlaksana dengan baik terutama dalam menangani kasus bullying yang biasanya dilaksanakan selama dua kali pertemuan. Adapun bentuk layanan responsif yang tidak dapat dilaksanakan yaitu konseling teman sebaya. Adapun hambatan yang dialami yaitu saat siswa tidak menyadari dan mengakui masalahnya, begitupula dari orang tua siswa yaitu adanya kesibukan lain saat guru BK akan melaksanakan kolaborasi.