Meaningful education requires an approach that integrates students' cultural identity into the learning process. Academic self-concept is a critical psychological factor influencing student engagement and achievement, yet its development is often overlooked in conventional instruction. This study aimed to examine the effect of implementing the pukul sagu tradition as a learning resource in IPAS instruction on improving the self-concept of fifth-grade students at SD Negeri 7 Ambon. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design was employed. The research subjects consisted of 21 fifth-grade students. The instrument used was a cultural heritage-based self-concept questionnaire comprising 15 statement items. Validity testing confirmed all items valid, with a Cronbach's Alpha reliability coefficient of 0.832. The Shapiro-Wilk normality test indicated that both pretest (Sig. = 0.056) and posttest (Sig. = 0.154) data were normally distributed. The paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between pre- and post-treatment scores. The N-Gain score of 0.7430 was categorized as high. This study concludes that implementing the pukul sagu tradition as an IPAS learning resource significantly enhances students' self-concept through ethno-science mechanisms, culturally responsive teaching, and meaningful direct experience within the Merdeka Curriculum framework. ABSTRAK Pendidikan yang bermakna membutuhkan pendekatan yang mengintegrasikan identitas budaya peserta didik ke dalam proses pembelajaran. Self-concept akademik merupakan faktor psikologis penting yang memengaruhi keterlibatan dan prestasi belajar siswa, namun pengembangannya sering terabaikan dalam pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi tradisi pukul sagu sebagai sumber belajar dalam pembelajaran IPAS terhadap peningkatan self-concept siswa kelas V SD Negeri 7 Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan adalah angket self-concept berbasis warisan budaya yang terdiri atas 15 butir pernyataan. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item valid, dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,832. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data pretest (Sig. = 0,056) dan posttest (Sig. = 0,154) berdistribusi normal. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai N-Gain sebesar 0,7430 termasuk kategori tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi tradisi pukul sagu sebagai sumber belajar IPAS secara signifikan meningkatkan self-concept siswa melalui mekanisme etnosains, pembelajaran responsif budaya, dan pengalaman langsung yang bermakna dalam kerangka Kurikulum Merdeka.