Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan, kapasitas belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Risiko anemia pada kelompok ini meningkat akibat kehilangan darah selama menstruasi, pola konsumsi yang kurang kaya zat besi, serta rendahnya kepatuhan terhadap program suplementasi zat besi. Salah satu strategi pencegahan yang telah banyak diterapkan adalah konsumsi Iron Supplement Tablets Tablet Tambah Darah (TTD), namun pengalaman subjektif remaja dalam menjalani intervensi ini masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi TTD sebagai upaya pencegahan anemia di Central Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi berdasarkan analisis Paul Colaizzi. Partisipan terdiri atas dua belas remaja putri yang dipilih secara purposive, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam selama periode penelitian. Analisis data menghasilkan empat tema utama, yaitu motivasi dalam mengonsumsi TTD, tantangan selama proses konsumsi, dukungan sosial dari lingkungan terdekat, serta pemahaman mengenai manfaat TTD bagi kesehatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman konsumsi TTD dibentuk oleh interaksi kompleks antara faktor personal, persepsi terhadap efek samping, dukungan keluarga dan sekolah, serta kualitas informasi kesehatan yang diterima. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan edukasi yang lebih partisipatif, dukungan sosial yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas program suplementasi untuk memperkuat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri.